Ahlan Wa Sahlan

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuhu,
Ahlan wa sahlan, selamat datang di blog Toko Buku An-Naajiyah. Kunjungi toko kami di jln. Bangka Raya no D3-4, Perumnas 3 Bekasi. Dapatkan discount-discountnya. Atau dapat dipesan dengan mengontak kami di +6281219112152, +622170736246, E-mail gwsantri@gmail.com, maka barang akan dikirim ketempat tujuan setelah dikurangi discount dan ditambahkan ongkos kirim yang ditanggung oleh si pemesan. Kunjungi juga toko online kami di www.tb-an-naajiyah.dinomarket.com.

Pembayaran:
1. Bank Syariah Mandiri cabang Bekasi, no 7000739248, kode ATM Bersama 451, a.n Gusti Wijaya Santri.
2. Bank Muamalat cabang Kalimas Bekasi, no 0218913136, kode ATM Bersama 147, a.n Gusti Wijaya Santri

Pengiriman pesanan menggunakan JNE/Pos Indonesia/Indah Cargo/Pahala Kencana/jasa pengiriman yang disepakati.

Semoga kehadiran toko dan blog ini dapat memberikan manfa'at untuk Saya khususnya dan semua pengunjung pada umumnya.

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuhu

Banner

Tampilkan postingan dengan label Artikel: Biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel: Biografi. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Februari 2015

Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA

Lahir di Pekanbaru 30 September 1974 - D1 Pengajaran Bahasa Arab LIPIA, 1994-1995 - S1 Syariah LIPIA, 1995-1999. - S2 jurusan Ushul Fiqh, Fakultas Syari’ah, Universitas Islam Al Imam Muhammad bin Saud, 2001-2005. - S3 jurusan Ushul fiqh, Fakultas Syari’ah, Universitas Islam Al Imam Muhammad bin Saud, 2006-2011. - Menjadi Supervisor Materi Keislaman Divisi Bahasa Indonesia situs www.islamhouse.com 2004-2006. - Anggota tim pembuatan program e-book “Panduan Indeks Thesis dan Disertasi Fakultas Syariah”, Universitas Islam Al Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, 2006-2007. - Anggota tim pembuatan program e-book “Panduan Lengkap Muamalat”, Dewan Syariah, Bank Al Rajhi, Riyadh, 2007-2008. - Manajer situs islam berbahasa indonesia www.islam-indo.org , 2008-2009 . - Pengajar D2 Studi Islam di Kantor Dakwah Islam Rabwah (2003-2011), dan di Kantor Dakwah Islam Rawdhah (2010 -2011). - Penulis tetap kolom Fiqh Kontemporer, majalah “Manhajuna” Riyadh, 2003- sampai sekarang. - Penulis tetap kolom Fiqh Muamalat Kontemporer & kolom Halal-Haram, majalah “Pengusaha Muslim”, Agustus 2011- sampai sekarang. - Thesis : “Al Atsar Al Ushuly li Qaidah Isytirath Al Qudrah Lit Taklif”. Disertasi: “Tahqîq Mazhab Shafi’iyyah Fîmâ Ikhtalafu Fîhi Min Al Masail Al Ushuliyyah Fî Mabâhitsi Al Hukmi As Shar’i Wa Al Adillah“. - Terjemahan buku “Sejarah Mekkah”, Darussalam for Publishing, Riyadh, 2003. - Terjemahan buku “Sejarah Madinah”, Darussalam for Publishing, Riyadh, 2003. - Terjemahan buku “Riyadhushshalihiin”, Darussalam for Publishing, Riyadh, 2004. - Terjemahan buku “Tanda-tanda Hari Kiamat, Tinjauan Masa Depan Dunia Islam”, Qisthi Press, Jakarta, 2004. - Terjemahan buku “Obat Penawar Sihir”, Islamic International for Publishing House, Riyadh, 2006. - Terjemahan modul “Pengantar Fiqh Perbankan Islam”, Ma’had Al ‘Aly lil Qadhaa’, Universitas Islam Al Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, 2009. - Harta Haram Muamalat Kontemporer, P.T. Berkat Mulia Insani, Jakarta, Februari 2012. Pekerjaan : - Komisaris ErwandiTarmizi&Associates - Dosen tamu di program magister Perbankan Syariah Universitas Ibn. Khaldun Bogor. - Dosen tamu di program magister Managemen Bisnis Syariah IPB - Dosen tamu di program magister Ekonomoi Syariah Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia Bogor - Dosen tamu di program magister Pemikiran Islam Kosentrasi Usul dan Fikih kelas Internasional Universitas Muhamadiyah Surakarta. Kegiatan : - Pemateri fiqih kontenporer radio rodja, rodja TV bogor. Hp: 087885853828 Email tanya@erwanditarmizi.com http://erwanditarmizi.com/?page_id=5
read more “Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA”

Selasa, 10 April 2012

Biografi Singkat Asy-Syaikh Al-Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah

Pembaca yang budiman, agar semakin jelas siapa sebenarnya ulama yang dijadikan bulan-bulanan oleh suadara Idahram dalam buku hitamnya tersebut, maka berikut ini akan kami paparkan secara ringkas biografi Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
Beliau adalah Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid bin Buraid bin Muhammad bin Buraid bin Musyarrof bin Umar bin Mu’dhad bin Rais bin Zakhir bin Muhammad bin Alwi bin Wuhaib bin Qosim bin Musa bin Mas’ud bin Uqbah bin Sani’ bin Nahsyal bin Syaddad bin Zuhair bin Syihab bin Rabi’ah bin Abu Suud bin Malik bin Hanzhalah bin Malik bin Zaid Manah Ibni Tamim bin Mur bin Ad bin Thabikhah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.
Adapun ibu beliau adalah Bintu Muhammad Azaz Al-Musyarrofi Al-Wuhaibi At-Tamimi.[1] Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Ilyas bin Mudhar, terus sampai kepada Nabi Ismail dan Ibrahim ‘alaihimassalam. Beliau berasal dari Bani Tamim, kabilah yang dicintai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat, sebagaimana dalam riwayat berikut,

قَا ل أَبُو هُرَيْرَةَ لَا أَزَالُ أُحِبُّ بَنِى تَمِيمٍ مِنْ ثَلَاثٍ سَمِعْتُهُنَّ مِنْ رَسُولِ الله سَمِعْتُ رَسُولُ الله يَقُولُ هُمْ أَشَدُّ عَلَى الدَّجَّالِ قَالَ وَجَاءَتْ صَدَقَاتُهُمْ فَقَالَ النَّبِىُّ هٰذِهِ صِدَقَاتُ قَوْمِنَا قَالَ وَكَانَتْ سَبِيَّةٌ مِنْهُمْ عِنْدَ عَائِشَةَ فَقَالَ رَسُوْلُ الله أْتِقِيهَا فَإِنَّهَا مِن ْوَلَدِ إِسْمَعاِيلَ

“Abu Hurairah berkata, aku selalu mencintai Bani Tamim karena tiga perkara yang aku dengarkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Mereka (Bani Tamim) adalah umatku yang paling keras terhadap Dajjal.’ Kata Abu Hurairah, ketika datang sedekah dari bani Tamim, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ini adalah sedekah dari kaum kita.’ Lalu Abu Hurairah, ada seorang tawanan (budak) wanita dari Bani Tamim milik Aisyah radhiallahu ‘anha, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Bebaskan dia, karena sesungguhnya dia adalah keturunan Nabi Ismail ‘alaihissalam.”  (HR. Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim)[2]

Beliau dilahirkan pada tahun 1115 H/1703 M di kota Uyainah pada sebuah rumah yang penuh dengan ilmu dan kemuliaan. Ayah, paman dan kakek beliau adalah seorang ulama terkemuka pada zamannya.
Beliau telah hafal Al-Qur’an sebelum sepuluh tahun, lalu beliau mulai belajar fikih kepada bapak dan pamannya sendiri sampai beliau menjadi sangat matang dalam bidang fikih, sehingga bapak beliau pun sangat kagum dengan kekuatan hafalannya.

Di samping itu beliau juga banyak menelaah kitab-kitab tafsir, hadits dan ushul. Beliau sangat giat menuntut ilmu tanpa mengenal waktu sampai beliau mampu menghafal berbagai macam matan ilmiah dalam berbagai bidang ilmu, di antara yang beliau hafal dalam ilmu bahasa Arab adalah Matan Alfiyyah Ibni Malik.

Di masa-masa belajar kepada bapak dan pamannya, beliau telah membaca kitab-kitab besar dalam mazhab Hanbali, seperti Asy-Syarhul Kabir, Al-Mugni dan Al-Inshof. Bahkan beliau sering terlibat dalam pembahasan yang mendalam bersama bapak dan pamannya dalam masalah fiqh pada kitab-kitab besar tersebut, karena menyelisihi matan Al-Muntaha dan Al-Iqna’. Pada masa ini pula beliau banyak membaca kitab-kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan muridnya Al-Allamah Ibnul Qoyyim rahimahumallah.[3]

Setelah lama belajar dari bapak dan pamannya, beliau lalu melakukan perjalanan menuntut ilmu di sekitar Najd, Bashrah, Ahsaa, Makkah dan Madinah. Di Madinah beliau belajar kepada Al-Allamah Asy-Syaikh Abdullah bin Ibrahim Asy-Syammari dan anaknya yang dikenal ahli dalam ilmu waris (farooidh), Asy-Syaikh Ibrahim Asy-Syammari rahimahumallah, penulis kitab, “Al-‘Adzbul Faaid fi Syarhi Alfiyatil Farooidh”. Dari kedua ulama inilah beliau diperkenalkan kepada seorang ulama ahli hadits yang terkenal, Asy-Syaikh Muhammad Hayat As-Sindi rahimahullah. Maka beliau pun belajar ilmu hadits dan rijalnya[4] secara lebih mendalam kepada Asy-Syaikh Muhammad Hayat As-Sindi, sampai beliau diberi ijazah[5] atas kitab-kitab induk hadits.[6]

Dari Asy-Syaikh Abdullah bin Ibrahim Asy-Syammari beliau mendapat ijazah hadits al-musalsal bil awwaliyyah,[7] yaitu hadits:

الرَاحِمُونَ يَرحَمُهُمُ الرْمَنُ ارْحَمُوا أَهْلَ الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ

“Orang-orang yang penyayang disayangi oleh Allah Yang Penyayang, sayangilah penduduk bumi, niscaya yang di langit akan menyayangi kalian.” (HR. Al-Imam Ahmad dan Al-Imam Abu Daud)[8]

Pertama, Dari jalan Ibnu Muflih, dari Syaikhul Islam Ahmad bin Taimiyyah dan berakhir kepada Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahumallah.
Kedua, Dari jalan Abdur Rahman bin Rajab, dari Al-Allamah Ibnul Qoyyim, dari gurunya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, dan juga berakhir kepada Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah.

Asy-Syaikh Abdullah bin Ibrahim Asy-Syammari juga memberikan ijazah periwayatan Shahih Al-Bukhari dan syarahnya, Shahih Muslim dan syarahnya, Sunan At-Tirmidzi, Sunan An-Nasa’i, Sunan Abu Daud, Sunan Ibnu Majah, beberapa karya Ad-Darimi, Musnad Asy-Syafi’i, Muwattha’ Malik dan  Musnad Ahmad, dengan sanad bersambung sampai kepada penulisanya.

Ijazah yang sama dalam periwayatan hadits juga diberikan kepada beliau oleh Asy-Syaikh Ali Afandi Ad-Dagistani dan Asy-Syaikh Abdul Lathif Al-Ahsai rahimahumullah[9]. Demikianlah, beliau bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu sampai harus meninggalkan tanah kelahirannya demi untuk belajar dari para ulama kaum muslimin, hingga akhirnya beliau dapat meraih ilmu yang luas, bahkan secara khusus diberikan ijazah oleh guru-guru beliau.

Beliau meninggalkan karya tulis yang cuku banyak, di antaranya Kitab Tauhid, Tsalatsatul Ushul, Al-Qawa’idul Arba’, Sittatu Ushulin Azhimah Mufidah, Nawaqidul Islam, Ba’du Fawaaid min Suratil Fatihah, Masaail Jahiliyyah, Kasyfu Syubuhat, Mukhtasar Sirah Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Mukhtashar Fathul Bari, Ushulul Iman, Fadhlul Islam, Adabul Masyyillas Shollah, dll.

Alhamdulillah sebagian besar karya-karya beliau telah dicetak dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dunia, termasuk Bahasa Indonesia.
Demikian pula kajian-kajian (dalam bentuk ceramah) penjelasan kitab-kitab beliau sudah banyak tersebar baik dalam Bahasa Arab maupun Indonesia,[10] sehingga orang yang adil dan obyektif haruslah membaca karya-karya beliau sebelum menghukumi.

JANGAN HANYA MENERIMA INFORMASI DARI SATU PIHAK YANG MEMUSUHI BELIAU, APALAGI YANG MERASA KEPENTINGAN MEREKA DIRUGIKAN DENGAN DAKWAH TAUHID DAN SUNNAH YANG BELIAU SERUKAN.

Pujian Para Ulama Dan Tokoh Dunia kepada Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
1. Al-Imam Al-Amir Muhammad bin Ismail Ash-Shon’ani (Penulis Kitab Subulus Salam syarah Bulughul Marom, Yaman). Beliau berkata dalam bait-bait syairnya,
“Muhammad (bin Abdul Wahhab) adalah penunjuk jalan kepada sunnahnya Ahmad (shallallahu ‘alaihi wa sallam), Aduhai betapa mulianya sang penunjuk dengan yang ditunjuk. Sungguh telah mengingkarinya semua kelompok (sesat). Pengingkaran tanpa dasar kebenaran dan tanpa pijakan.”[11]

2. Al-Imam Muhammad bin Ali Asy-Syaukani (Penulis Kitab Nailul Authar, Yaman). Ketika sampai berita kematian Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah pun merangkai bait-bait syairnya,
“Telah wafat tonggak ilmu dan pusat kemuliaan, Rujukan utama orang-orang pilihan yang mulia. Ilmu-ilmu agama nyaris hilang bersama wafatnya, Wajah kebenaran pun hampir lenyap tertelan derasnya arus sungai.”[12]

3. Syaikh Muhammad Rasyid Ridho (Pimpinan Majalah Al-Manar,[13] Mesir). Beliau berkata,
“Zaman yang telah banyak tersebar bid’ah ini, tidak akan pernah berlalu tanpa adanya ulama rabbaniyyin yang terpilih untuk memperbarui kembali bagi umat ini urusan agama mereka dengan dakwah dan ta’lim serta teladan yang baik.
Mereka adalah orang-orang terpilih yang menafikkan dari agama ini; penyimpangannya orang-orang yang melampaui batas, kedustaan dengan mengatasnamakan agama yang dilakukan oleh orang-orang yang sesat dan penakwilan orang-orang jahil, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab di antara ulama pembaharu yang terpilih itu. Beliau bangkit untuk mengajak kepada tauhid dan memurnikan ibadah hanya kepada Allah semata, meninggalkan bid’ah dan kemaksiatan.”[14]

4. Syaikh Muhammad Hamid Al-Faqi (Ulama Al-Azhar, Mesir). Beliau berkata,
“Al-Wahhabiyyah adalah penisbatan kepada seorang Imam Al-Mushlih (yang mengadakan perbaikan), Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab, beliau adalah Mujaddid (pembaharu) abad ke-12 Hijriyah. Namun penisbatan nama Wahabi kepada beliau salah menurut bahasa Arab, yang benar penisbatannya adalah Muhammadiyyah (bukan Wahabiyah), karena nama beliau Muhammad bukan Abdul Wahhab.”[15]

5. Dr. Thaha Husain (Sastrawan, Mesir). Beliau berkata,
“Sungguh dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah mazhab baru namun hakikatnya lama, kenyataannya ajaran ini memang baru bagi orang-orang yang hidup di zaman ini, tetapi hakikatnya lama. Sebab dakwah beliau tidak lain hanyalah ajakan yang kuat kepada Islam yang murni, bersih lagi suci dari noda-noda syirik dan paganisme.”[16]

6. Dr. Taqiyyuddin Al-Hilali (Ulama Iraq). Beliau berkata dalam muqaddimah kitab, ‘Muhammad bin Abdul Wahhab Muslihun Mazlumun wa Muftara ‘Alaihi’,
“Tidak samar lagi bahwa Al-Imam Ar-Rabbani Al-Awwab Muhammad bin Abdul Wahhab bangkit dengan dakwah hanifiyyah (tauhid), beliau telah melakukan pembaharuan kembali zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Dan beliau mendirikan daulah yang mengingatkan manusia dengan daulah Khulafaur Rasyidin.”[17]

7. Syaikh Mahmud Syukri Al-Alusi (Ulama Iraq)
Beliau berkata, “Baliau (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab) termasuk ulama yang selalu memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang munkar, dahulu beliau mengajarkan sholat dan hukum-hukumnya serta seluruh rukun-rukun agama, beliau juga selalu memerintahkan untuk berjama’ah.”[18]

8. Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili (Penulis Kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, Syam). Beliau berkata,
“Ibnu Abdil Wahhab memulai dakwahnya pada tahun 1143 H atau 1730 M, beliau mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Dakwah beliau adalah pelopor kebangkitan baru di seluruh dunia Islam. Beliau sangat memprioritaskan dakwahnya kepada tauhid yang merupakan tiang Islam, yang pada kebanyakan manusia telah tercampur dengan kerusakan-kerusakan (aqidah).”[19]

9. Syaikh Ahmad bin Hajar bin Muhammad Alu Abu Thaami (Hakim Pengadilan Syari’ah, Qatar).
Pujian beliau kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tertuang dalam satu kitab karya beliau yang berjudul, “Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, Aqidatuhu As-Salafiyyah wa Da’watuhu Al-Ishlahiyyah wa Tsanaul Ulama ‘Alaihi”, yang berarti, “Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Aqidahnya Salafiyah dan Dakwahnya Perbaikan dan Pujian Ulama Kepadanya.” Cetakan kedua buku ini diberi kata pengantar dan dikoreksi beberapa bagiannya oleh Asy-Syaikh Bin Baz rahimahullah.

10. Syaikh Muhammad Basyir As-Sahsawani (Ulama Ahli Hadits, India)
Pujian beliau kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah juga tertuang dalam satu kitab karya beliau yang berjudul, ‘Shiyanatul Insan ‘an Waswasati Syaikh Dahlan’, kitab ini merupakan bantahan terhadap kedustaan-kedustaan Ahmad Zaini Dahlan terhadap Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
Masih banyak lagi pujian ulama dan tokoh dunia terhadap dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah yang tidak mungkin kami hadirkan semuanya di sini. Semoga yang sedikit ini bisa menggambarkan kepada para pembaca yang budiman akan hakikat dakwah beliau, sehingga pembaca tidak mudah tertipu dengan orang-orang semisal saudara Idahram dan kelompoknya yang berusaha menjelek-jelekkan dakwah yang mulia ini.

Footnote:
[1] Ulama Najd Khilal Sittah Qurun, 1/26, sebagaimana dalam Aqidah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab wa Atsaruha fil ‘Alam Al-Islami, 1/120.
[2] HR. Al-Imam Al-Bukhari no. 2405 dan Al-Imam Muslim no. 2525 dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu.
[3] Min A’lamil Mujaddidin, Syaikh Shalih Al-Fauzan, hal. 83-88.
[4] Ilmu rijalul hadits ini kelak diwariskan oleh cucu beliau As-Syaikh Sulaiman bin Abdullah bin Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahumullah penulis kitab Taisirul ‘Azizil Hamid. Guru kami di Najd, Asy-Syaikh Ahmad Al-Khudairi hafizhahullah (Da’I Kementerian Agama Saudi dan Imam Masjid Al-Muqbil di kota Buraidah, Qosim, KSA) mengatakan, “Syaikh Sulaiman menghapal rijal (perawi-perawi) Kutubus Sittah melebihi hapalannya terhadap rijal (penduduk) kampung kecil Dir’iyyah.”
[5] Orang yang belajar sampai diberi ijazah oleh gurunya menunjukkan kematangannya dalam ilmu tersebut, ini sekaligus bantahan terhadap usaha licik Idahram untuk menjatuhkan kedudukan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dalam keilmuan. Dengan sombongnya saudara Idahram berkata, “Pengetahuan agamanya kurang memadai…” (Sejarah Berdarah…, hal.31)
[6] Tarjamatul Muallif: Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab, Syaikh Fahd bin Nashir bin Ibrahim As-Sulaiman semoga Allah menjaganya, dicetak bersama Syarhu Kasyfisy Syubuhat, Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah, hal. 7-8.
[7] Hadits ini diistilahkan oleh muhadditsin dengan al-musalsal bil awwaliyyah, yang artinya hadits bersambung pada periwayatan yang pertama, dikarenakan para muhaddits apabila akan memberikan ijazah periwayatan hadits kepada muridnya, maka mereka akan mulai dengan hadits ini dengan mengatakan kepada perawi di bawahnya, “Dan ini adalah hadits pertama yang aku dengar dari guruku.” Hal ini dilakukan sebagai peringatan bahwa ilmu ini dibangun di atas dasar kasih sayang dan kelembutan kepada para penuntut ilmu dan pencari kebenaran.
Peringatan ini sangat berpengaruh dalam diri Asy-Syaikh rahimahullah, sehingga sudah menjadi ciri khas beliau dalam penulisan kitab, beliau selalu mendoakan para pembaca kitabnya dengan, “Rahimakallah (semoga Allah Ta’ala menyayangimu).” [Syarhu Ushul Ats-Tsalatsah, Asy-Syaikh Shalih Alusy Syaikh, dicetak bersama Jami’ul Ushul hal. 424].
[8] HR. Al-Imam Ahmad no. 6494 dan Abu Daud no. 4943 dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu ‘anhuma dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’, no. 3522.
[9] Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, Aqidatuhu As-Salafiyyah wa Da’watuhu Al-Ishlahiyyah wa Tsanaul Ulama ‘alaihi, karya Qadhi Mahkamah Syar’iyyah Negeri Qatar, Asy-Syaikh Ahmad bin Hajar bin Muhammad Alu Abu Thaami rahimahullah, hal. 11-12. Cetakan kedua buku ini juga diberi kata pengantar dan dikoreksi oleh Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah.
[10] Alhamdulillah kami memiliki karya ilmiah berupa ceramah penjelasan Kitab Tauhid (dalam 5 CD dan 67 bab, disertai lebih dari 1000 tanya jawab), Tsalatsatul Ushul, Al-Qawa’idul Arba’, Sittatu Ushulin Azhimah Mufidah, Nawaqidul Islam, Ba’du Fawaaid min Suratil Fatihah dan Masaail Jahiliyyah. Bagi yang ingin mendengarkan kami persilahkan dengan senang hati. Para ustadz yang lain juga memiliki karya ilmiah yang serupa dan lebih bagus dari apa yang kami sampaikan.
[11] Diwan Ash-Shon’ani, hal 128-129, sebagaimana dalam Majmu’atur Rosaail At-Taujihaat Al-Islamiyah Li Ishlahil Fardi wal Mujtama’, 3/239.
[12] Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, Aqidatuhu As-Salafiyyah wa Da’watuhu Al-Ishlahiyyah wa Tsanaul Ulama ‘alaihi, hal. 60.
[13] Konon kabarnya majalah Al-Manar ini disebarkan oleh As-Surkati (pendiri Al-Irsyad) di Indonesia, walaupun Al-Irsyad sendiri –menurut saudara Idahram (pada catatan kaki nomor 31, hal. 43)- nampaknya tidak mau dihubung-hubungkan dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah wa hadaahum.
[14] Muqaddimah Shiyanatul Insan, hal. 5, sebagaimana dalam Majmu’atur Rosaail At-Taujihaat Al- Islamiyah Li Ishlahil Fardi wal Mujtama’, 3/239.
[15] Majmu’atur Rosaail At-Taujihaat Al- Islamiyah Li Ishlahil Fardi wal Mujtama’, 3/240.
[16] Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, Aqidatuhu As-Salafiyyah wa Da’watuhu Al-Ishlahiyyah wa Tsanaul Ulama ‘alaihi, hal. 69.
[17] Majmu’atur Rosaail At-Taujihaat Al- Islamiyah Li Ishlahil Fardi wal Mujtama’, 3/240.
[18] Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, Aqidatuhu As-Salafiyyah wa Da’watuhu Al-Ishlahiyyah wa Tsanaul Ulama ‘alaihi, hal. 65.
[19] Majmu’atur Rosaail At-Taujihaat Al- Islamiyah Li Ishlahil Fardi wal Mujtama’, 3/242.
Ditulis oleh Al-Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray hafidzhahullah dalam buku “Salafi, Antara Tuduhan dan Kenyataan” penerbit TooBagus cet. pertama.  Bantahan terhadap buku “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” karya Syaikh Idahram hadahullah.

Sumber : 
http://rizkytulus.wordpress.com/
http://abangdani.wordpress.com/2011/08/11/menjawab-tuduhan-idahram-siapakah-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab-pujian-ulama-terhadap-beliau/
read more “Biografi Singkat Asy-Syaikh Al-Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullah”

Minggu, 19 Februari 2012

Biografi Syaikh Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al Badr

13 February 2012

Nasab dan Kelahiran
Nama lengkap beliau Abdurrazaq bin Abdil Muhsin bin Hamd bin Abdil Muhsin bin Abdillah bin Hamd bin ‘Utsman Al Abbad Alu Badr. Adapun Al Abbad adalah laqb dari kakek buyut beliau, Abdullah bin Hamd, beliau ber-intisab kepadanya. Sedangkan Alu Badr merupakan sebutan untuk keturunan Alu Jalas dari Kabilah ‘Utrah salah satu kabilah Al-‘Adnaniyah. Nenek beliau adalah putri dari Sulaiman bin ‘Abdullah Alu Badr.
Beliau dilahirkan pada  tanggal 22/11/1382 H di desa Zulfi (300 km dari utara Riyadh), Provinsi Riyadh, Saudi Arabia.  Beliau tumbuh dan dewasa di desa ini dan belajar baca tulis di sekolah yang diasuh oleh ayah beliau sendiri. Keluarga beliau adalah keluarga ‘alim yang sangat perhatian pada ilmu agama. Ayah beliau, Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullah, adalah ulama besar ahli hadits yang diakui keilmuannya di zaman ini.
Pendidikan dan Guru
Beliau menuntut ilmu di jenjang universitas khususnya dalam bidang Aqidah sampai meraih gelar Doktoral. Beliau juga menimba ilmu dari para ulama besar Saudi Arabia, diantaranya:
  1. Ayah beliau, al-Allâmah Asy Syaikh ‘Abdul Muhsin al-‘Abbâd hafizhahullâh
  2. Al-Allamah Asy Syaikh ’Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah
  3. Al-Allamah Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah
  4. Fadhîlatusy Syaikh ‘Alî Nâshir Faqîhî hafizhahullâh
  5. Fadhîlatusy Syaikh ‘Abdullâh al-Ghunaimân hafizhahullâh
Aktivitas
Beliau adalah salah satu tim pengajar dan guru besar bidang Aqidah di Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia. Beliau juga menjadi pengisi tetap pengajian di Masjidil Haram Nabawi, yang tidak sembarang ulama diizinkan mengajar di sana. Beliau pun aktif menjadi narasumber di majelis pengajian yang disiarkan televisi dan radio Saudi Arabia. Beliau juga menjadi pengisi kajian rutin di Radio Rodja 756 AM yang diterjemahkan oleh para asatidz Indonesia yang belajar di Saudi Arabia.
Karya Tulis
  1. Fiqhu ad-Da’iyah wal Adzkâr
  2. Adz Dikru Wad Du’a
  3. Adzkar Ashalah Wad Du’a
  4. Al-Haj wa Tahdzîbun Nufus
  5. Tadzkiratul Mu`tasî Syarh ‘Aqîdah al-Hâfizh ‘Abdil Ghanî al-Maqdisî
  6. Syarh Hâsiyah Abî Dâwud
  7. Al-Atsar al-Masyhûr ‘anil Imâm Mâlik fî Shifatil Istiwa
  8. Al-Qaulus Sadîd fîr Raddi ‘ala Man Ankara Taqsîmat Tauhîd
  9. At-Tuhfatus Sanîyah Syarh Manzhûmah Ibnu Abî Dâwud al-Ha’iyah
  10. Asbaab Ziyaadatil Imaan wa Nuqsaanihi
  11. Taammulat Fii Mumatsalah Al Mu’min Lin Nakhlah
  12. Dirasat Fi Baqiyyatis Shalihat
  13. dll.
Ceramah beliau yang direkam
  1. Syarah Qawa’idul Mutslaa
  2. Syarah Al Kaliimi ath Thayyibi
  3. Syarah Qawa’id Asma-il Husna libni Qayyim
  4. Syarah Al Haasyiyah libni Abi Daud
  5. Tadzkiratul Mu`tasî Syarh ‘Aqîdah al-Hâfizh ‘Abdil Ghanî al-Maqdisî
  6. Syarah Adabul Mufrad, Imam Al Bukhari
  7. Syarah Kitabul Fushul Fii Siratir Rasul, Ibnu Katsir
  8. dll.
Website Resmi
[Dari berbagai sumber]
—
Artikel Muslim.Or.Id
read more “Biografi Syaikh Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al Badr”

Jumat, 03 Februari 2012

Biografi Ustadz Armen Halim Naro رحمه الله

Beliau bernama Armen Halim bin Jasman Naro bin Nazim bin Durin رحمه الله. Lahir di Pekanbau 20 Oktober 1975. Hari Senin sekitar pukul 09.00. Ayahnya bernama Jasman Naro dan Ibunya bernama Suarti.
Beliau masuk sekolah dasar tahun 1981. Lalu tamat sekolah dasar tahun1987. Kemudian Masuk Pesantren Al-Furqan di jalan Bintan, Pekanbaru. Dibawah pimpinan Buya Jufri Effendi Wahab MA. Yang didirikan pada tahun 1987.
Pada tahun 1988 Pondok Pesantren Al-Furqan pindah ke jalan Duyung, Pekanbaru. Selama di Pondok Pesantren Al-Furqan Ia belajar lebih kurang 3 tahun. Sehubungan dengan kurangnya guru di pondok pesantren waktu itu, disamping beliau rajin dan tekun belajar, maka guru-gurunya merasa minder untuk mengajarnya. Oleh sebab itu, beliau meminta pada Buya Jufri untuk pindah ke Pondok Pesantren An-Nur (Bantul, Jogjakarta) untuk mempelajari Tahfidz Al-Qur’an (Hafalan Al-Qur’an), maka Buya melepas dan memberi izin untuk ke Jogjakarta mempelajari Al-Qur’an, agar setamatnya nanti dapat mengajarkannya di Pondok Al-Furqan.
Maka tahun 1989 akhir, berangkatlah beliau ke Jogjakarta. Di Jogja di samping mempelajari Hafalan Al-Qur’an, Ia juga mengajar dan ikut menjadi pengurus Pondok Pesantren An-Nur. Selama lebih kurang 2 tahun 7 bulan, ia kembali ke Pekanbaru dan kembali mengajar di Al-Furqan.
Pada tahun 1994 akhir beliau kuliah ke LIPIA (Universitas Muhammad Ibnu Su’ud) Jakarta, mengambil Diploma sampai Tamat, dengan hasil Cumlaude (Istimewa).
Untuk meneruskan pendidikan, pada tahun 1996 beliau berangkat ke Universitas Madinah, Kerajaan Saudi Arabia, Ia menyelesaikannya selama 4 tahun dan tamat pendidikan dengan nilai Cumlaude. Lali kembali ke Pekanbaru, dan memimpin Pondok Tahfidz dan berdakwah selama setahun. Tahun berikutnya ia berdakwah ke luar daerah, seperti Medan, Aceh, Batam, Riau, Padang, Payukumbuh, Pariaman, Solok, dan lainnya. Ia juga berdakwah ke pulau Jawa, seperti Jakarta, Bekasi, Bogor, Purwakarta, Cirebon, Tegal, Pekalongan dan lainnya.
_____
Pada hari Senin tanggal 26 Novermber 2007, pukul 07.00 pagi. Ayahandanya memberikan sebuah buku, kiriman dari Al-Ustadz Abu Abdirrahman Abdullah Zaen,Lc yang dikirim dari kota Madinah An-Nabawiyah, beliau diminta mengoreksi buku tersebut, buku tersebut sebelumnya telah di koreksi oleh beberapa Masyaikh Madinah antara lain, Syaikh Prof.Dr.Ibrahim bin ‘Amr ar-Ruhaili Hafizhahullah (Dosen Aqidah Universitas Islam Madinah), Syaikh Dr. Ali bin Ghazi at-Tuwaijiri Hafizhahullah (Dosen Tafsir Universitas Islam Madinah), Syaikh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab al-’Aqil Hafizhahullah (Dosen Aqidah Universitas Islam Madinah).
Setelah mandi dan sarapan, beliau pulang kerumahnya, dengan membawa anak bungsunya dari rumah Ayahandanya. Lalu beliau membaca buku yang di berikan ayahandanya di ruang tamu rumahnya. Sekitar pukul 09.00 pagi beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Dan buku tersebut masih bedara di pangkuannya….
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahtati beliau dan memberikan keberkahan ilmunya. Amin…
Ya Allôh, ampunilah dosa-dosa beliau dan dosa-dosa kami. Jadikanlah amal-amal yang telah beliau lakukan adalah amal yang shâlih, amal yang hanya mengharap wajah-Mu semata, maka terimalah segala amal baik beliau, wahai Dzât yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, wahai Dzât yang Maha Melihat lagi Maha mendengar. Ya Allôh, rahmatilah beliau, lapangkanlah kuburnya, terangilah makamnya, dan jauhkan beliau dari siksa-Mu, karena sesungguhnya siksamu amat pedih. Ya Allôh, himpunlah beliau bersama hamba-hamba-Mu yang shâlih, para shiddîqîn, syuhadâ’ dan para anbiyâ`, dan jadikanlah surga-Mu yang penuh dengan kenikmatan adalah tempat terakhir beliau. Amîn yâ Robbal ‘Ậlamîn…
___________
Biografi Ustadz Armen Halim Naro رحمه الله
Pustaka Darul Ilmi

Sumber: http://www.lautanilmu.com/2010/02/biografi-ustadz-armen-halim-naro-%D8%B1%D8%AD%D9%85%D9%87-%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87/
read more “Biografi Ustadz Armen Halim Naro رحمه الله”

Selasa, 06 September 2011

Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA.

Biodata Penulis
Nama                                : Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA.

Tempat Tanggal/lahir       : Sumatera Barat, 09 Januari 1972.

Pekerjaan                         : Ketua Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i (STDIIS) Jember

Alamat                              : Jl. MH. Tamrin, Gang Kepodang no. 5, Jember – Jawa Timur.
Riwayat Pendidikan:

  1. Sekolah Dasar (Inpres) Tj. Gadang, tamat Th. 1986.
  2. Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan, Pariaman (Sumbar), selama dua tahun kemudian pindah ke MTs Tj. Gadang, tamat Th. 1989.
  3. Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK – PGAI Padang), tamat Th. 1992.
  4. LIPIA Jakarta Program Bahasa (I’daad Lughawy) tamat Th. 1994, berikutnya melanjutkan ke Program Takmily selama tiga bulan.
  5. Syu’batul Lughah (Program Bahasa) Universitas Islam Madinah, tamat Th. 1995.
  6. S-1 Fakultas Dakwah dan Ushuluddin (Universitas Islam Madinah), tamat Th. 1999 (Cumlaude).
  7. S-2 Jurusan Aqidah, Fakultas Dakwah dan Usuluddin (Universitas Islam Madinah), tamat Th 2003 (Cumlaude).
  8. S-3 Jurusan Aqidah, Fakultas Dakwah dan Usuluddin (Universitas Islam Madinah), tamat Th 2007 (Summa Cumlaude).
Aktivitas:

1.      Ketua Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i (STDIIS) Jember.
2.      Penulis Artikel Aqidah dalam beberapa Majalah Islam; As-Sunnah, Al-Furqon dan Adz-Dzakhirah, dan lain-lain.
3.      Ketua Pembina Yayasan Dar El-Iman Padang.
4.      Ketua Pembina Yayasan An-Najiya Pasaman Barat.
5.      Ketua Pembina Yayasan Ibnul Qoyyim Makassar.
6.      Anggota Pembina Yayasan Ar-Raudhoh Jogjakarta.
7.      Anggota Pembina Yayasan Imam Syafi’i Genteng Bayuwangi.
8.      Aktif memberi kajian Tabligh Akbar di berbagai kota di Indonesia.

Karya Ilmiyah:

a.       Penelitian Manuskrip:
  • Tahqiq kitab “النهي عن الرقص والسماع“ karangan Abul Qisim Addasyty (tesis S-2), dicetak oleh Wakaf Salam Riyadh, Arab Saudi.
  • Tahqiq kitab ”مجالس الأبرار ومسالك الأخيار” karangan Al Fadhil Ar Ruumy (desertasi S-3).
b.      Terjemahan:
  • “Berlemah Lembut sesama Ahlus Sunnah” (Penerbit Darul Falah April 2004).
  • “Petaka Bid’ah” (Penerbit Darul Falah April 2004).
  • “Kedahsyatan Ayat Kursy” (Penerbit Pustaka Darul Ilmi Agustus 2008).
  • “Lembutnya Dakwah Ahlussunnah” (Penerbit Pustaka Darul Ilmi Mei 2008).
c.       Tulisan:
  • “شرح موجز لأسماء الله الحسنى وشيء من آثارها التعبدية”
  • “تقويم المفاهيم الخاطئة عند الجفاة والغلاة في الدفاع عن النبي صلّى الله عليه زسلّم”
  • “كشف ضلال من قدّم العقل على النقل”
  • Berbagai Topik Aqidah dalam Majalah As-Sunnah dan Majalah Al-Furqon.
Seminar Yang Pernah Diikuti:

  1. Peserta dalam seminar “Evaluasi dan Optimalisasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dalam Perspektif Syari’ah, Ekonomi dan Prolematika” tanggal 31 Oktober 2002 di KJRI Jeddah, Arab Saudi.
  2. Peserta dalam seminar “Mencermati Isu Terorisme dengan Prespektif Islam Melalui Tinjauan Doktrin, Sejarah dan Peran Musuh, Serta Upaya Memberikan Solusi yang Islami dalam Menuntaskannya” tahun 2003 di Madinah, Arab Saudi.
  3. Pemakalah dalam seminar “Pendidikan Agama di Sekolah Umum” tanggal 02 Desember 2004 di Riyadh, Arab Saudi.
  4. Peserta dalam seminar dan lokakarya “Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Tingkat SMA di Indonesia” tanggal 12 Mei 2005 di KBRI Riyadh, Arab saudi.
  5. Pemakalah dalam Seminar Nasional “The Power of Believe ditinjau dari segi kesehatan, agama dan sosial” tanggal 22 Maret 2009 di Universitas Brawijaya Malang.
  6. Pemakalah dalam Seminar Nasional “Menguak Terminoligi Hati Dari Sudut Pandang Islam” tanggal 13 Juni 2010 di Universitas Brawijaya Malang.
  7. Pemakalah dalam ”Muktamar Internasional” dengan tema ”Nabi Rahmat, Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam” yang dihadiri oleh para ulama dari berbagai dunia Islam tanggal 2-4 Oktober 2010 di kota Riyadh, Saudi Arabia.
  8. Pemakalah dalam Seminar ”Bagaimana Menjadi Pegawai yang Amanah” tanggal   02  Apri 2011 di kampus IPDN Makassar, Sulawesi Selatan.
  9. Menghadiri undangan Kementrian Waqaf Kuwait dalam rangka mengikuti pembacaan dan pengambilan sanad ”Shohih Ibnu Khuzaimah” dari sembilan orang masyaikh musnidiin. Acara ini dihadiri oleh para ulama dari berbagai dunia Islam tanggal 10 s.d. 15 Apri 2011 di Kuwait.
Prestasi yang Pernah Dicapai:

  1. Menyelesaikan S-1 (8 semester) dengan predikat mumtaz (cumlaude).
  2. Menyelesaikan S-2 (sebelum batas waktu) dengan predikat mumtaz (cumlaude) .
  3. Menyelesaikan S-3 (sebelum batas waktu) dengan predikat mumtaz ma’a martabah syaraf ula (summa cumlaude).
  4. Terpilih sebagai mahasiswa teladan Th. 1999 di Universitas Islam Madinah.
  5. Terpilih sebagai peraih Nobel kota Madinah Th. 2009 keunggulan dalam bidang prestasi keilmiahan.
Artikel www.Dzikra.com
read more “Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA.”

Rabu, 08 Juni 2011

Mengenal Lebih Dekat Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.

(Pengasuh Situs Tunasilmu.com)

Mei 31 2011

Nama : Abdullah Zaen, Lc., M.A. bin Zaeni Muhajjat, BA, M.S.

Tempat/Tanggal Lahir : Purwokerto, 1 Juli 1980

Pekerjaan : Pengasuh Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Purbalingga dan dosen Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyyah “Imam Syafi’i” Jember

Alamat : Pondok Pesantren “Tunas Ilmu” Rt. 8 Rw. 2 Kedungwuluh Kalimanah Purbalingga 53371 Jawa Tengah

Riwayat Pendidikan:

- Formal:

1985                : TK Pertiwi Banyumas Jawa Tengah

1986-1992       : SD Kejawar I Banyumas Jawa Tengah

1993                : Pondok Modern ar-Risalah Slahung Ponorogo Jawa Timur

1994-1998       : Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur

1999                : Fakultas Syari’ah Institut Studi Islam Darussalam Gontor

2000                : Ma’had Lughah Islamic University of Medina (IUM) KSA

2001-2004       : S1 Fakultas Hadits dan Dirasat Islamiyah IUM (Cumlaude)

2005-2009       : S2 Jurusan Aqidah IUM (Cumlaude)

- Non Formal :

2000-2009       : Belajar berbagai kitab pada:
Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al-‘Abbâd: kitab Sunan Abi Dâwûd, sebagian dari Sunan at-Tirmidzi, al-Arba’în an-Nawawiyyah dan sebagian dari Sunan Ibn Mâjah
.
Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin ‘Âmir ar-Ruhaili: kitab: al-Ushûl ats-Tsalâtsah, Kasyf asy-Syubuhât, al-Qawâ’id al-Arba’,
Kitab at-Tauhîd, Kitab al-Îmân li Abi ‘Ubaid al-Qâsim bin Sallâm, sebagian dari Kitab al-Qadar li Ibn Wahb, sebagian dari  Kitab as-Sunnah li al-Khallâl, Kitab al-I’tiqâd li Ibn Abi Ya’la, Syarh as-Sunnah li al-Muzani, Mauqif Ahl as-Sunnah min Ahl al-Ahwâ’
wa al-Bida’, sebagian dari Riyâdh ash-Shâlihîn, Ushûl as-Sunnah li al-Imam Ahmad, sebagian dari at-Tadmuriah dan sebagian dari al-Hamawiyah.

Syaikh. Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-‘Abbâd: kitab Fâ’idah Jalîlah fî Qawâ’id al-Asmâ’ al-Husna, sebagian dari al-Adab al-Mufrad, sebagian dari Tharîq al-Wushûl, sebagian dari al-Qawâ’id al-Mutsla, dan sebagian dari al-’Aqîdah al-Wâsithiyah.

Syaikh. Dr. Shalih bin Sa’ad as-Suhaimy: kitab Kasyf asy-Syubuhât.

Syaikh. Dr. Sulaiman bin Salîmullah ar-Ruhaily: sebagian dari kitab Manâr as-Sabîl, sebagian dari al-Waraqât, sebagian dari Manzhûmah al-Qawâ’id al-Fiqhiyyah li as-Sa’dy.

Syaikh ‘Ubaid al-Jâbiry: sebagian dari kitab Syarh as-Sunnah li al-Barbahâry.

Syaikh Prof. Dr. Muhammad bin Khalîfah at-Tamîmi: sebagian dari kitab al-Hamawiyah.

Syaikh Dr Abdullah bin Abdurrahîm al-Bukhâry: sebagian dari kitab al-Bâ’its al-Hatsîts.

Syaikh Abdurrahman ar-Raddâdy: sebagian dari Matan Abi Syuja’.

Keorganisasian:

-       Sekertaris Pimpinan Pondok Modern Gontor (tahun 1999).

-       Ketua Mahasiswa Indonesia Islamic University of Medina (tahun 2003).

-       Pembina Yayasan ar-Raudloh Jogjakarta (tahun 2006 hingga sekarang).

-       Pembina Yayasan Islam Tunas Ilmu Purbalingga (tahun 2010 hingga sekarang)

-       Takmir Masjid Agung Darussalam Purbalingga – Bagian Imarah (tahun 2010 hingga sekarang)

Pengalaman Kerja:

-       Guru Kulliyyatul Mu’allimin al-Islamiyah Pondok Modern Gontor (1999-2000)

-       Penerjemah di Badan Penyuluhan Haji Kementrian Agama Arab Saudi, hampir pada setiap musim haji, sejak tahun 2003 hingga 2009.

Karya Ilmiah:

- Buku berbahasa Indonesia:
Imam Syafi’i Menggugat Syirik, Pembelaan Imam Syafi’i dan Para Pengikutnya terhadap Tauhid (diterbitkan oleh Maktabah al-Hanif Jogjakarta tahun 2007).

14 Contoh Praktek Hikmah dalam Berdakwah (diterbitkan oleh Pustaka Muslim Jogjakarta tahun 2007).

- Buku terjemahan dan editan:
Untaian Mutiara Khutbah dan Nasehat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Haji Wada’. (Terjemahan dari Khuthab wa Mawâ’izh min Hajjah al-Wadâ’ karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-’Abbâd al-Badr (diterbitkan diMadinah).
Ulama Mekah dan Nejd Bersatu Padu Membela Tauhid dan Memerangi Kesyirikan,– Dokumen Nota Kesepakatan Ulama Mekah dan Ulama Nejd dalam Masalah Tauhid. Terjemahan dari al-Bayân al-Mufîd fî mât tafaqa ‘alaihi ‘Ulama Mekkah wa Najd min ‘Aqâ’id at-Tauhîd (diterbitkan oleh Islamic Centre Hauthah Sudair Riyadh).

Biarkan Syi’ah Bercerita tentang Agamanya. Terjemahan dan ringkasan dari kaset Waqafât ma’a Du’ât at-Taqrîb oleh Syaikh Abdullah as-Salafy (diterbitkan oleh Pustaka Muslim Jogjakarta).

Pancaran Nilai-nilai Keimanan dalam Ibadah Haji – Studi tentang Keterkaitan Ibadah Haji dengan Aqidah Seorang Muslim. Terjemahan dan ringkasan dari buku Durûs ‘Aqadiyyah Mustafâdah min al-Hajj karya Syaikh Prof Dr. Abdurrazzâq bin Abdul Muhsin al-’Abbâd al-Badr.

Penjatuhan Vonis Kafir dan Aturannya. Terjemahan dari at-Takfîr wa Dhawâbithuh karya Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin ‘Amir ar-Ruhaily (diterbitkan Darus Sunnah Jakarta).

- Makalah:
Upaya Menjaga Kemurnian Islam – Menyoal Tahdzîr dan Norma-normanya.
Perpustakaan Pak Ustadz – Daftar Buku-buku Primer bagi Para Da’i.
Penggugur Dosa.
Agama adalah Nasehat.
Indahnya Islam
Berdakwah dengan Akhlak Mulia
Berdakwah dengan Hati
Beberapa Kaidah Penting Tafsir
Beberapa Pembahasan Penting tentang Isti’adzah
Beberapa Pembahasan Penting tentang Basmalah
Tafsir Surat al-Fatihah
Tafsir Surat an-Nas

dan lain-lain.

- Karya Tulis Berbahasa Arab (belum diterbitkan):

Tahrîk al-Ushbu’ fi at-Tasyahhud.
Manzilah ash-Shahâbah Bain al-Ghulâh wa al-Jufâh.
Ta’rîf Tauhîd al-Asmâ’ wa ash-Shifât wa ‘Alâqatuh bi Aqsâm at-Tauhîd al-Ukhrâ.
Nawâqidh Tauhîd ar-Rubûbiyyah.
Tahqîq al-Qaul fî mâ Nusiba ilâ al-Imâm Mâlik fî anna al-Îmân Yazîd wa Tawaqqufuh ‘an an-Nuqshân.
Mazhâhirul Inhirâf fî Tauhîd al-’Ibâdah ladâ Ba’dh Muslimî Indonesia wa Mauqif al-Islâm minhâ (tesis).

Sumber: www.tunasilmu.com
read more “Mengenal Lebih Dekat Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.”

Jumat, 03 Juni 2011

Sekelumit Kisah Pencekalan Syaikh Albani

Dalam  sebuah kaset ceramah milik Syaikh Abu Ishaq Al Huwainy yang berjudul “Ainal Ulama Ar Rabbaniyun?”, beliau menceritakan tentang ujian yang pernah menimpa guru beliau Syaikh Albani rahimahullah.Inilah cerita beliau :
Para ulama Rabbani dalam mengubah masyarakat itu sungguh berat,karena mereka memiliki dua tanggung jawab besar,yakni  :
  • (1) Membersihkan khurafat yang tertanam di jiwa-jiwa manusia dan
  • (2)Menancapkan Islam yag shahih pada jiwa mereka.
Dan tatkala para Alim Rabbani memikul tanggung jawab yang berat sekali itu, merekapun juga diuji oleh berbagai tuduhan yang disebabkan dari pemelintiran ucapan mereka serta penyebaran berbagai berita dusta. Hampir-hampir tidak selamat seorangpun dari Alim Rabbani dari hal seperti ini sebagaimana dicatat dalam sejarah.
Cukup sebagai contoh adalah Syaikh Nashiruddin Al Albani,seorang ahli hadist abad ini rahimahullah ta’ala.
Syaikh Albani adalah orang yang sangat banyak sekali dinisbatkan kedustaan padanya, padahal tidak pernah beliau katakan.Karena sebab kedustaan-kedustaan itulah beliau pernah dicekal di sejumlah negara. Maka tidaklah engkau lihat beliau memiliki suatu negeri ataupun tempat tinggal.Hidup beliau diakhir masa hidupnya sengsara sekali.Seorang alim semisal beliau terpaksa mengungsi.Karena beliau berpendapat haramnya safar ke negeri kafir,maka beliau tidak pergi ke Amerika atau Perancis atau yang lainnya.Dan kalau tidak berpendapat demikian,mungkin beliau akan mendapatkan kebebasan besar dinegara-negara tersebut.
Selama 6 bulan terkatung-katung nasibnya di perbatasan UEA! Beliau dilarang masuk kesana!Juga dilarang memasuki Kuwait! Dan juga memasuki Saudi! Dilarang memasuki Suriyah…..Lantas bagaimana beliau akan tinggal?
Dan tidaklah beliau bisa tinggal di Yordania saat itu kecuali dengan tazkiyah (rekomendasi) khusus dari salah seorang murid beliau,yakni Syaikh Muhammad bin Ibrahim Syaqrah ,wakil kementrian waqaf  sekaligus Imam Masjid Dar Ash Shofwah.
Syaikh Ibrahim Syaqrah ini kemudian menemui Raja Husain secara pribadi memintanya membolehkan Syaikh Nashiruddin Al Albani tinggal di negeri Yordan.Itupun dengan kesepakatan agar beliau tidak ditemui seorangpun saat itu.Dan juga mereka kemudian memaksa menulis di pintu rumah (vila) Syaikh Albani dengan tulisan “ Dilarang didatangi lebih dari  dua orang!”.Jika ingin berjumpa harus melalui perjanjian melalui telepon.
Dan dihari-hari pertama mereka sangat mempersempit sekali kepada Syaikh Albani,akan tetapi dihari-hari belakangan mereka melupakannya hingga tidak ketat lagi dengan aturan-aturan ini.
Tatkala aku menemui Syaikh Albani di kota Amman , beliau mengundang sejumlah relasi untuk makan dan kebetulan aku disana.Kami saat itu berjumlah 25 orang ,dan kukatakan pada Syaikh :”Wahai Syaikh,bukankah ada semacam banner peringatan bahwa dilarang masuk lebih dari dua orang?” .Syaikh Albani berkata dengan cepat:Mereka masuk dua orang dua orang saja!
Beliau yang Alim ini tidak mendapatkan baginya tempat yang nyaman.Sebelumnya mereka pun melarang durus beliau di Masjib Umar di Zurqa,hingga beliau tidak memiliki tempat untuk memberi pelajaran kepada thalabul ilmi kecuali dirumah salah seorang mereka setelah sholat isya.
Saat diselenggarakan Mu’tamar Assunnah dan Sirah Nabawiyah di Mesir, mereka tidak mengundang Syaikh Nashiruddin Albani ,padahal beliau lah orang paling besar saat itu jasa nya kepada kaum muslimin di abad ini bagi sunnah dan sirah nabawiyah.Dan mereka tidak mengundang  Syaikh Albani misalnya dengan mengaakan:”Kemarilah akan kami muliakan engkau” ,tidak ada salahsatu anggota pertemuan itu yang berbicara demikian.
Adalah semisal mereka para ulama Rabbani ini, lihatlah muamalah kepada mereka! Bagaimana mungkin kaum muslimin bisa mendapatkan manfaat dengan ilmu mereka sedang mereka diusir diberbagai negeri.!?. Bahkan yang lebih aneh lagi,sejumlah kitab-kitab ulama diberbagai perpustakaan di larang,buku Tahdzir As Sajid, buku Hurmatut Tashwir ,karya Syaikh Albani dan Syaikh Bin Baz dan sejumlah ulama ,Tahqiq Syarh Ath Thahawiyah,mengapa wahai saudara-saudara kami? Mereka mengatakan bahwa ini kitab terlarang, Al Azhar telah memutuskan bahwa kitab-kitab tersebut terlarang! Bagaimana bisa terlarang?Apakah karena karya dan peneliian dari Albani? Beginikah bermuamalah dengan ulama-ulama Rabbani ?
Sumber Kaset :Aina Al Ulama Ar Rabbaniyun menit ke 01:06:00 sampai 01:11:10 (Transkrip didapat dari http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=9266 )

Sumber:  Artikel di http://www.direktori-islam.com
read more “Sekelumit Kisah Pencekalan Syaikh Albani”

Foto Dokumenter Syaikh Albani

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah seorang pakar hadist yang sangat terkenal diabad ini,seorang da’i yang sabar dalam menyebarkan ilmu dan berdakwah mengajak manusia kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman salafush shalih.

Belum lama ini beredar di negeri arab film dokumenter  jejak kehidupan Syaikh Albani.Sejumlah  gambar cuplikan dari film tersebut dipotong dan diedarkan di beberapa forum internet.Inilah gambar-gambar tersebut,mudah-mudahan  ada pelajaran yang bisa diambil bagi para tholabul ilmi dari kehidupan beliau yang tercermin dari gambar-gambar dibawah ini.
———————————————————————————————————————————————————————————————————————– 1.Dirumah inilah,Albani kecil tumbuh besar bersama kedua orangtua beliau…..
rumah

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..…….…. 2.Di rumah inilah,Syaikh Albani tinggal bersama keluarganya setelah hijrah dari Albania…
hijrah_albania
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………h 3.Madrasah Nidzamiyah,di madrasah ini  Syaikh Albani dimasukkan oleh Ayahnya untuk belajar…


awal madrasah
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………. 4.Tidak lama,Ayahnya mengeluarkan lagi Syaikh Albani dari Madrasah ini untuk membimbing Syaikh  Albani menghapal Qur’an secara khusus dibawah bimbingan Ayahnya sendiri


madrasah2
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….. 5.Toko Jam dimana Syaikh Albani  bekerja bersama Ayahnya…..(Gambar orang yang terlihat adalah Adik Syaikh Albani paling kecil)


toko2
———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————- 6.Syaikh Albani mulai membuka toko sendiri terpisah dari Ayahnya….Dijalan inilah terletak toko beliau…
jalantoko
—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————– 7.Inilah toko usaha servis jam Syaikh Albani
toko3
——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————– 8.Perpustakaan Adz Dzahiriyah dimana Syaikh Albani banyak menghabiskan waktunya untuk menelaah buku…terkadang di meja khususnya diantara pengunjung dan terkadang membaca buku di tangga-tangga perpustakaan.Dan menurut putra beliau,Abdul Lathif, beliau sering lupa makan dihari itu..

maktabah2
maktabah3
maktabah4
maktabah5

———————————————————————————————————————————————————————————————————————— 9.Majalah pertama dimana Syaikh Albani menulis pertama kalinya.Majalah ini yang terbit di Dimasyq
majalahpertama
———————————————————————————————————————————————————————————————————————————- 10.Ini adalah buku Ats Tsamar Mustathob Fi Fiqhis Sunnah wal Kitab,adalah kitab pertama Syaikh dalam memulai dirasah hadist-hadist


tsamar
——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————- 11.Silsilah Adh Dhaifah ,salah satu kitab karya Syaikh Albani yang terkenal
silsilahdoifah
———————————————————————————————————————————————————————————————————————————– 12.Manuskrip Shahih Abu Daud karya Syaikh Albani
shahihabudaud

shahihabudaud2

—————————————————————————————————————————————————————————————-- 13.Shahih “As Sirah An Nabawiyah” karya Syaikh Albani
sirah2




sirah1


Sumber: http://www.direktori-islam.com/?p=420&cpage=1#comment-3338

read more “Foto Dokumenter Syaikh Albani”

Kamis, 21 April 2011

Keluarga Rasulullah

read more “Keluarga Rasulullah”

Ulama sekarang diatas Sunnah

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ عَلَى كَذَلِكَ
“Akan senantiasa ada sekelompok orang dari kalangan ummatku yang menegakkan/ berdiri di atas perintah Allah, tidak akan memadhorotkan mereka siapa yang menghina dan menyelisihi mereka sampai datang perkara Allah (yaitu hari kiamat) dan mereka tetap dalam keadaan demikian“. [Muttafaqun 'alaih, hadits dari Mu'awiyah]
Para Ulama Sekarang Yang Berjalan Di Atas As-Sunnah Antara Lain:
‘Ulama Saudi Arabia:
  1. Al ‘Allamah asy Syaikh Muhammad Mukhtar Amin asy Syanqithiy– shohibut Tafsir adh wa’ul bayan. Beliau termasuk salah satu guru Syaikh Muhammad bin Sholih al ‘Utsaimin
  2. Al ‘Allamah asy Syaikh Abdurrohman bin Nashir as Sa’di , pemilik kitab Tafsir Karimur Rohman fi Kalamil Mannan atau yang lebih dkenal Tafsir as Sa’diy
  3. Samahatusy Syaikh al ‘allamah Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
  4. Faqihul zaman al ‘allamah asy Syaikh Muhammad bin Sholih al Utsaimin
  5. Al ‘allamah al muhaddits asy syaikh Adbul Muhsin bin Hammad al ‘Abbad al Badr, Beliau termasuk ulama senior saat ini, mengajar di Masjid Nabawi.
  6. Al ‘allamah asy Syaikh Doktor Sholih Fauzan al Fauzan anggota Haiah Kibarul ‘Ulama
  7. Al ‘allamah asy Syaikh Abdul Aziz bin sholih alu Syaikh mufti ‘Amm kerajaan Saudi Arabia saat ini
  8. Al ‘allamah al muhaddits asy Syaikh Yahya bin Ahmad an Najmi mufti kerajaan Saudi untuk daerah Selatan (Shoromithoh)
  9. Al ‘allamah al muhaddits asy syaikh Rabi’ bin Hadi al Madkholy –pembawa bendera jarh wa ta’dil saat ini sebagaimana rekomendasi Syaikh al Albani
  10. Al ‘allamah asy syaikh Dr. Sholih bin Sa’ad as Suhaimy –Beliau dosen pascasarjana di Jami’ah al Islamiyyah Madinah
  11. Al ‘allamah asy Syaikh Muhammad bin Hadi al Madkholy –dosen jami’ah Islamiyyah Madinah
  12. Al ‘allamah asy Syaikh Dr. Ibrohim bin ‘Amir ar Rauhaily – penulis kitab “Mauqif Ahlis sunnah ‘an ahlil bida’” yang diterjemahkan dgn judul “Mauqif Ahlus Sunnah terhadap Ahlul Bid’ah” (ana lupa judul tepatnya)
  13. Asy Syaikh DR. Ali bin Nashir al faqihy – Guru Besar Aqidah di Masjid Nabawy
  14. Asy Syaikh Abdurrozaq bin Abdil Muhsin bin Hammad al ‘Abbad al badr - putra Syaikh Abdul Muhsin al ‘Abbad al Badr (point no 3)
  15. Asy Syaikh Abdul Malik a Romadhoniy al Jazairy– Beliau yang menyiapkan majelis Syaikh Abdul Muhsin di Masjid Nabawi. Penulis buku “Madarik an Nazhor fi Siyasah…”diterjemahkan dgn judul “Pandangan Tajam thd Politik”
  16. Asy Syaikh Kholid ar Roddady –pentahqiq kitab Syarhus sunnah al barbahary
  17. Asy Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi al madkholy
  18. Asy Syaikh Abdulloh bin ‘Abdirrohman al Jibrin – termasuk ulama senior, sudah sepuh
  19. Asy Syaikh Ubaid al Jabiri
  20. asy Syaikh Abdul Aziz ar Rojihy
  21. Asy Syaikh Muhammad Aman Jamiy
  22. Fadhilatusy Syaikh Sholih bin Muhammad al Luhaidan ketua Mahkamah Tinggi dan anggota Hai’ah Kibarul Ulama
  23. Masyayikh anggota Majelis Ifta wal Buhuts dan anggota Kibarul Ulama
  24. Fadhilatusy Syaikh Bakar Abu –penulis kitab “Hukmul Intima’”
  25. asy Syaikh AbdusSalam bin Barjas -penulis Kitab “Hujjajul Qowwiyyah..”. Beliau sudah meninggal dalam kecelakaan mobil. Semoga Allah melapangkan kuburnya dan menempatkannya di kedudukan yang mulia di sisiNya.
‘Ulama dari Yaman:
  1. al ‘allamah al muhaddits ad diyar al yamaniyyah asy Syaikh Muqbil bin Hadi al wadi’iy;, Beliau termasuk ulama besar abad ini.
  2. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab al Washobi; beliau mungkin Syaikh yang dituakan di Yaman. Kalau datang ke Damaj, biasanya beliau Cuma menjawab pertanyaan2 dan sedikit memberi nasihat emasnya. Punya markas di Hudaidah.
  3. Asy Syaikh Muhammad Al Imam beliau termasuk Ahl Hill wal Aqd yang ditunjuk oleh Asy Syaikh Muqbil rahimahullah. Salah satu murid pertamanya Asy Syaikh Muqbil. Punya markas di Ma’bar merupakan markas terbesar ke 2 setelah Damaj.
  4. Syaikh Yahya al Hajury–Beliau yang menggantikan Syaikh Muqbil di Darul Hadits Dammaj
  5. Asy Syaikh Abdul Aziz Al Buro’i adalah termasuk salah satu masyaikh yang sangat keras terhadap Ahlul Bid’ah. Beliau mempunyai markas di Kota Ib.
  6. Asy Syaikh Abdullah bin Utsman dijuluki Khotibul Yamany karena beliau terkenal sangat pintar berorator. Nasihat2 beliau tentang maut, membuat mata tak bisa menahan airnya.
  7. Asy Syaikh Abdurrozaq punya markas di Dammar
  8. Asy Syaikh Abdul Musowwir termasuk masyaikh yang sudah cukup berumur. Dulu Asy Syaikh Yahya hafidhohullah belajar Syarh Ibn Aqil dengan beliau.
  9. asy Syaikh Abdulloh al Mar’iy dan Saudaranya asy Syaikh Abdurrohman al Mar’iy
Ulama dari Yordania
  1. al ‘Allamah al Muhaddits Nashirus sunnah asy Syaikh al Albani . Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz pernah berkata: Saya tidak mengetahui di bawah kolong langit saat ini orang yang lebih mengetahui hadits daripada Beliau (Syaikh al Albani)”.
  2. Syaikh Ali hasan al Halabiy tatkala Syaikh al Albani ditanya cucunya “Siapakah dua orang murid yang paling mengetahui tentang hadits“. Syaikh al Albani berkata: Abu Ishaq al Huwaini dan Ali Hasan al Halabiy.
  3. Syaikh Salim bin ‘Ied al Hilali, penulis kitab Limadza Ikhtartu Manhaj Salaf, Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhus Sholihin, dll.
  4. Syaikh Muhammad Musa
  5. Syaikh Masyhur alu Salman
  6. Syaikh Husain ‘Uwaisyiah
Dan masih banyak lagi para ulama yang belum disebutkan disini.

Sumber: http://ahlulhadist.wordpress.com/2007/10/14/ulama-sekarang-diatas-sunnah/
read more “Ulama sekarang diatas Sunnah”

Para Ulama Ahlul Hadits

بسم الله الرحمن الرحيم
Biografi para ulama ahlul hadits mulai dari zaman sahabat hingga sekarang yang masyhur :
Sumber: Makanatu Ahli Hadits karya Asy-Syaikh Rabi bin Hadi Al-Madkhali dan Wujub Irtibath bi Ulama dengan sedikit tambahan.
Sumber: http://ahlulhadist.wordpress.com/
read more “Para Ulama Ahlul Hadits”