Ahlan Wa Sahlan

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuhu,
Ahlan wa sahlan, selamat datang di blog Toko Buku An-Naajiyah. Kunjungi toko kami di jln. Bangka Raya no D3-4, Perumnas 3 Bekasi. Dapatkan discount-discountnya. Atau dapat dipesan dengan mengontak kami di +6281219112152, +622170736246, E-mail gwsantri@gmail.com, maka barang akan dikirim ketempat tujuan setelah dikurangi discount dan ditambahkan ongkos kirim yang ditanggung oleh si pemesan. Kunjungi juga toko online kami di www.tb-an-naajiyah.dinomarket.com.

Pembayaran:
1. Bank Syariah Mandiri cabang Bekasi, no 7000739248, kode ATM Bersama 451, a.n Gusti Wijaya Santri.
2. Bank Muamalat cabang Kalimas Bekasi, no 0218913136, kode ATM Bersama 147, a.n Gusti Wijaya Santri

Pengiriman pesanan menggunakan JNE/Pos Indonesia/Indah Cargo/Pahala Kencana/jasa pengiriman yang disepakati.

Semoga kehadiran toko dan blog ini dapat memberikan manfa'at untuk Saya khususnya dan semua pengunjung pada umumnya.

Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuhu

Banner

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 November 2011

Beberapa Kata Bahasa Arab yang Sering Digunakan

Afwan = maaf.
Tafadhdhol = silahkan (untuk umum

Tafadhdholiy = silahkan (untuk perempuan)

Mumtaz : Hebat, Nilai sempurna, bagus banget

Na’am : iya
La adri = tidak tahu

Syukron : terima kasih

Zadanallah ilman wa hirsha = semoga ALLAH manambah kita ilmu & semangat

Yassarallah/sahhalallah lanal khaira haitsuma kunna = semoga ALLAH mudahkan kita dalam kebaikan dimanapun berada

Allahummaghfir lana wal muslimin = ya ALLAH ampunilah kami & kaum muslimin.

Laqod sodaqta = dengan sebenarnya
.
Ittaqillaah haitsumma kunta = Bertaqwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada.

Allahul musta’an = hanya ALLAH-lah tempat kita minta tolong

Barakallah fikum = semoga ALLAH memberi kalian berkah.

Wa iyyak = sama-sama.

Wa anta kadzalik = begitu jg antum.

Ayyul khidmah = ada yg bisa dibantu ?

Nas-alullaha asSalamah wal afiah = kita memohon kepada ALLAH keselamatan dan kebaikan.

Jazakumullah khayran = semoga ALLAH memmbalas kalian dengan lebih baik
Jazaakallahu khayran = semoga ALLAH membalasmu (laki2) dengan lebih baik

Jazaakillahu khayran = semoga ALLAH memmbalasmu (perempuan) dengan lebih baik
Allahumma ajurny fi mushibaty wakhlufly khairan minha = ya ALLAH berilah pahala pada musibahku dan gantikanlah dg yg lebih baik darinya.

Rahimakumullah = smoga ALLAH merahmati kalian

Hafizhanallah = semoga ALLAH menjaga kita

Hadaanallah = semoga ALLAH memberikan kita petunjuk/hidayah.

Allahu yahdik = semoga Allah memberimu petunjuk/hidayah

‘ala rohatik = ‘ala kaifik = tereserah anda…
(biasanya digunakan dalam percakapan bebas, atau lebih halusnya silahkan dikondisikan saja..)

ana = y = saya
anta = ka = kamu laki2
anti = ki = kamu prempuan
(maksudnya ==> kalau untuk kepada kamu laki2= kaifa haluka ? ; Kalau kepada kamu perempuan : kaifa haluki?)
antum = kum = kalian laki2
antunna = kunn = kalian prempuan
huwa = hu = dia laki2
hiya = ha = dia prempuan.


Sumber: Komentar di status al-akh Abu Muhammad Zaid Efendy oleh al-akh Abu Muhammad Zaid Efendy
read more “Beberapa Kata Bahasa Arab yang Sering Digunakan”

Minggu, 18 September 2011

KEUTAMAAN DAN FAIDAH AIR ZAMZAM


Syaikh Bin Bazz rahimahullah pernah ditanya: “apakah ada hadits shahih tentang faidah air zamzam ?”

JAWAB:
“sesungguhnya hadits yang menunjukkan (faidah) air zamzam shahih dan menunjukkan akan kemuliaannya dan (sebagai) air yang diberkahi. Hal ini terbukti dalam hadits shahih bahwa Nabi bersabda: “sesungguhnya padanya terdapat berkah, padanya terdapat makanan dan padanya terdapat rasa”[1]. dalam hadits lain ditambahkan Dalam riwayat Abu Daud disebutkan: “dan obat untuk orang sakit”[2]. Maka hadits shahih ini menunjukkan keutamaan Air Zamzam, sebagai makanan, obat, dan terdapat berkah.
Disunnahkan meminumnya sebagaimana Nabi shalallah ‘alyhi wassalam meminumnya karena bagian dari keberkahan dan padanya terdapat makanan yang baik dan diberkahi. Mengolahnya jika memungkinkan, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shalallah ‘alaihi wasalam, dan hadits shahih ini menunjukkan kepada kita tantang keutamaan dan keberkahan air Zamzam.  Dan sebagai makanan atau obat bagi orang yang sakit dianjurkan untuk meminumnya  jika mampu  melakukannya. Dan juga bisa diapakai wudhu dan bersuci jika diperlukan.  Hal ini terbukti bahwa air yang berasal dari jari-jemari Rasul Shalallahu ‘alaihi wassalam,  kemudian orang-orang mengambil air ini untuk minum dan mencuci pakaian, wudhu dan istinja.
Apapun masalahnya air Zamzam adalah air suci yang baik, dianjurkan meminumnya. Tidak  mengapa berwudhu darinya dan mencuci pakaian, membersiohkan diri kita dari hal itu jika diperlukan. Seperti di atas Alhamdulillah.

[1] Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Fadhail Shahabah, bab dari keutamaan Abu Dzar, nomor 4520.
[2] Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam musnadnya nomor 459 dan al-Baihaqi dalam Majma 3 / 286

sumber: http://www.ibnbaz.org.sa/mat/3417
Sumber: http://imanulmuslim.wordpress.com/2011/09/15/keutamaan-dan-faidah-air-zamzam/#more-611
read more “KEUTAMAAN DAN FAIDAH AIR ZAMZAM”

Senin, 04 Juli 2011

Situs Marketplace, Tempat Membuat Toko Online Gratis

05 Juli 2011 


Untuk membuat toko online tidak melulu harus berurusan dengan domain, hosting, CMS, atau hal-hal teknis semacam itu. Anda bisa membuat toko online dengan mudah, gratis, dan "langsung pakai" dengan memanfaatkan layanan situs marketplace. Apa itu situs marketplace?
Bayangkanlah sebuah mal, yang terdiri dari 8 lantai, di dalamnya terdapat banyak toko dengan namanya masing-masing. Toko di masing-masing lantai menjual dengan kategori produk yang berbeda. Nah, demikianlah situs marketplace, yaitu situs yang mengumpulkan para pedagang online di satu tempat untuk menjual produk-produk mereka. Pedagang online dapat membuat toko online di situs marketplace. Biasanya, alamat toko online yang dibuat adalah subdomain dari situs marketplace-nya. Misalnya, Anda membuat toko “Hanif” di situs marketplace bursamuslim.com, Anda bisa mendapat toko online gratis dengan alamat “hanif.bursamuslim.com”.

Layanan di situs marketplace ini biasanya gratis. Juga, tentu saja mudah. Setelah mendaftar, Anda hanya perlu mengunggah (upload) gambar produk-produk Anda lalu memberi bandrol serta deskripsinya. Lalu, Anda pun memiliki sebuah toko online dengan segudang fitur yang ditawarkan.
Berikut ini daftar beberapa situs marketplace yang populer dan eksis di negeri kita.
BursaMuslim.comBursamuslim.com

Situs marketplace usungan pengusahamuslim.com ini masih ditunggu-tunggu kehadirannya. Namun, melihat solidnya tim pengusahamuslim.com dalam menelurkan produk-produk Islami di internet, bursamuslim.com yang juga berbasis Islam adalah pemain yang diperhitungkan dalam kancah dunia e-commerce di Indonesia. Bursamuslim.com menjanjikan fitur manajemen toko, pengaturan produk, laporan penjualan, dan berbagai fitur lainnya.

Dinomarket.com
Dinomarket.com sudah cukup lama bercokol di dunia e-commerce Indonesia. Tidak heran jika saat ini memiliki ratusan ribu pengunjung setiap harinya dan memiliki jutaan produk yang dipasarkan di sana. Situs dinomarket cepat diakses. Dinomarket juga menjanjikan produk Anda yang dijual disana akan terdeteksi cepat oleh Google hanya dalam waktu 15 menit. Satu fitur yang sangat diminati oleh para pedagang online, tentunya.

Tokopedia.com
Marketplace yang satu ini masih mencapai total nilai transaksi sebesar 1 milyar pada tanggal 17 Agustus 2009. Situs ini juga masuk dalam nominasi Best Local Startup 2010. Dengan suntikan dana $7 juta dari CyberAgent Ventures Jepang, tokopedia terus berinovasi meningkatkan fitur dan pelayanannya. Terbukti, sekarang tokopedia sudah menjadi salah satu langganan bagi para online-buyers.

KrazyMarket.com
Situs e-commerce yang bermarkas di Cipete ini mulai beroperasi tahun 2008 sempat beberapa kali melakukan perubahan layout situsnya. Meski dikabarkan sempat mengalami kendala biaya di awal kemunculannya, krazymarket ternyata selalu mencoba berbenah dan semakin diminati. Ia bahkan menjadi pemenang di ajang kompetisi SparxUp Award 2010 untuk kategori Best E-Commerce. Krazymarket saat ini menekankan layanannya pada penjualan barang-barang unik, sebagaimana tagline situsnya: “Specialty Goods, Krazy Deals”.

Dvers.com
Situs marketplace ini dahulunya bernama DesaVirtual. Situs ini mencoba mendobrak kemonotonan toko online dengan konsep baru. Konsepnya, marketplace digambarkan seperti sebuah desa yang di dalamnya ada beberapa desa-desa kecil, desa-desa kecil ini berisi rumah-rumah yang tentunya berjualan produk. Grafis yang unik berbau kartun dan bersuasana "desa" ini tentu menciptakan suasana belanja yang baru dan menarik. Mungkin, keunikan ini sudah cukup menjadi sebuah keunggulan DesaVirtual dibanding situs marketplace yang lain. Situs yang sekarang menjadi dvers.com ini juga menggabungkan konsep toko online dengan jejaring sosial. Jadi, selain dapat belanja, lihat-lihat, Anda juga bisa sekadar update status atau mengomentari status user lain.
Plasa.com
Situs milik PT. Telkom ini dahulunya adalah portal multi-layanan. Dengan kucuran dana 4 juta US dollar, Plasa.com dirancang untuk menjadi raksasa e-commerce di Indonesia. Para praktisi e-commerce sempat meragukan taji Plasa.com di awal-awal kemunculannya. Namun, sejalan dengan itu Plasa.com terus berbenah diri, dan dengan "modal" yang luar biasa itu bukan tidak mungkin ia akan mencari ikon toko online di Indonesia.

DuniaVirtual.com
Situs ini adalah pemain e-commerce baru di Indonesia, baru meluncur tahun 2011 ini. DuniaVirtual menjanjikan kecepatan akses dan kemudahan bagi user, baik penjual dan pembelinya. Menurut para buyer-nya, keamanan transaksi di DuniaVirtual.com juga menjadi poin plus tersendiri.

BukaLapak.com
Bukalapak, sejatinya, ingin menggabungkan konsep pasar tradisional dan mall online. Penjual bisa memperbesar pasar dan menaikkan penawaran terhadap calon pembeli lain, sementara pembeli bisa mendapatkan banyak pilihan barang. Lewat mekanisme inilah tercipta pasar yang akan menentukan harga. Anda yang akrab dengan FJB di Kaskus tentunya sudah familiar dengan model seperti ini. Hanya saja, BukaLapak bukanlah forum, melainkan marketplace yang memiliki fitur-fitur shopping-cart, checkout, rekening bersama.

Rakuten.co.id
Rakuten adalah perusahaan e-commerce Jepang yang sedang "membuka lahan" di Indonesia dengan menggaet MNC Group sebagai mitra lokal. Sebagai pemain senior, tentunya Rakuten menjadi pesain tangguh bagi situs-situs marketplace lokal. Rakuten di awal launching-nya sudah merangkul beberapa merek lokal seperti Mustika Ratu, Sarinah, Martha Tilaar, Kinokuniya, dan Top Golf sebagai strategi untuk membangun nama di negeri kita. Situs marketplace ini baru saja launching awal Juni lalu.
Demikian beberapa situs marketplace di Indonesia. Jika Anda baru memiliki satu buah toko offline, dan akan berpikir ulang untuk membuka cabang, tidak demikian halnya pada toko online. Sah-sah saja jika Anda membuka "cabang" di setiap situs marketplace yang ada di atas, namun tentu saja, setiap toko online perlu manajemen yang baik.

Artikel www.PengusahaMuslim.com

Oleh: Yulian Purnama, S.Kom
Penulis adalah lulusan S1 Ilmu Komputer UGM dan Ma’had Al ‘Ilmi Yogyakarta. Saat ini aktif menulis berbagai artikel Islami di beberapa website dakwah, serta menjadi programmer dengan spesifikasi keahlian pada bidang web programming, web design, dan desktop application berbasis Python.
read more “Situs Marketplace, Tempat Membuat Toko Online Gratis”

Jumat, 17 Juni 2011

Palembang Tempo Dulu


Benteng

Pasar Tengkuruk


Dempo

Kantor Pos

Sungai Sekanak 

Masjid Agung & Air Mancur ( 0 KM)

Ampera Bridge (masih bisa diangkat)

Sumber: http://nandodwi.blogspot.com
read more “Palembang Tempo Dulu”

Minggu, 24 April 2011

Akhir Perjalanan Panjang Ibu Kartini

Perjalanan Panjang Menemukan Akhirnya
 
Kartini dianggap sebagai pelopor perjuangan emansipasi di Indonesia. dan akhir-akhir ini namanya dihubung-hubungkan dengan kata feminisme.
 
Apa yang terlanjur lekat dengan sosok Kartini sebenarnya hanyalah sebagian proses hidupnya yang gelisah. Akhir proses Ibu Kartini tak banyak terungkap. Pemikiran pada awal prosesnya-lah yang terlanjur lantang disuarakan sehingga lekat pada namanya. Padahal, menjelang akhir hayatnya, Pemikiran kartini telah banyak berubah.
 
KARTINI DULU
 
Ngga bisa disalahkan kalo ada orang yang beranggapan Kartini memperjuangkan emansipasi, mendobrak adat, dan berkiblat ke Barat, serta mengkritisi Islam. Pada awalnya, Kartini memang demikian. Inilah contoh surat-suratnya:
 
“… Orang kebanyakan meniru kebiasaan orang baik-baik, orang baik-baik itu meniru perbuatan orang yang lebih tinggi pula, dialah orang Eropa” [surat kepada Stella, 25 Mei 1899]
 
“Aku mau meneruskan pendidikan ke Holland, karena Holland akan menyiapkan aku lebih baik untuk tugas besar yang telah aku pilih.” [surat kepada Ny Ovinksoer, 1900]
 
Tidak heran kalo Kartini punya pemikiran demikian. Gimana lagi? Temen surat-menyurat Kartini kebanyakan adalah orang barat yang hendak membaratkan kaum ningrat di Indonesia, dimana tujuan akhirnya adalah agar mereka tidak melakukan perlawanan terhadap pemerintah Hindia Belanda pada jaman tersebut. Mari kita simak teman-teman korespodensi Kartini. siapa sajakah mereka..?.
 
1. J.H. Abendanon
 
Abendon ditugaskan oleh Belanda sebagai Direktur Deptemen Pendidikan, Agama, dan Kerajinan. Abendon banyak meminta nasihat dari Snouck Hurgronye (seorang orientalis yang pura-pura masuk Islam untuk mencari cara mematikan semangat jihad umat islam di Indonesia).
 
Menurut Hurgronye, golongan yang paling keras menentang penjajah Belanda adalah golongan Islam. Memasukkan peradaban Barat dalam masyarakat pribumi adalah cara yang paling jitu untuk mengatasi pengaruh Islam. Tidak mungkin membaratkan rakyat, kecuali jika ningratnya telah dibaratkan. Untuk tujuan itu, langkah pertama yang harus diambil adalah mendekati kalangan ningrat terutama yang menganut agama Islam untuk kemudian dibaratkan. Dan Hurgronye menyarankan Abendanon untuk mendekati Kartini.
 
2. Stella (Estelle Zeehandelaar)
 
Seorang wanita Yahudi, anggota militan pergerakan feminis di negeri Belanda saat itu.
 
3. Nellie Van Kol (Ny. Van Kol)
 
Ia adalah seorang penulis yang mempunyai pendirian humanis dan progresif. Dialah orang yg paling berperan dalam mendangkalkan aqidah Kartini. Pada awalnya, ia bermaksud untuk memurtadkan Kartini dengan kedatangannya seolah-olah sebagai penolong yang mengangkat Kartini dari ketidakpeduliannya terhadap agama.
 
BERTEMU KYAI SHOLEH DARAT
 
Selain faktor teman buruk, kaum muslim di sekeliling Kartini juga punya pemahaman yang salah terhadap Islam. Mereka mengajarkan Islam tanpa memahamkan apa yang diajarkan. coba kita simak surat kartini kepada stella berikut ini.
 
“Bagaimana aku dapat mencintai agamaku kalau aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya. Al Qur’an terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apapun. Disini tidak ada yang mengerti bahasa Arab. Orang-orang disini belajar membaca Al Qur’an tapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tidak mengerti apa yg dibacanya.” [surat kepada Stella, 6 Nov 1899]
 
Perlu diketahui pada waktu pemerintahan Hindia Belanda umat muslim memang dibolehkan mengajarkan Al-Qur’an dengan syarat nggak diterjemahin alias cuma belajar baca huruf arab (pengaruh ini masih dapat kita jumpai saat ini, dimana belajar Al-Quran dianggap selesai ketika telah mampu membaca Al-Quran dengan lancar sampai akhir walaupun tidak paham makna-nya –khataman-). Dan ini memang taktik belanda agar orang-orang Indonesia tidak paham terhadap Al-quran dan akhirnya mereka tidak akan angkat senjata kepada penjajah kafir belanda.
 
Suatu ketika Kartini berkunjung ke rumah pamannya, seorang Bupati Demak. Saat itu sedang berlangsung pengajian bulanan khusus untuk anggota keluarga. Kartini ikut mendengarkan pengajian bersama wanita lain dari balik tabir. Kartini tertarik kepada materi yg sedang diberikan, tafsir Al Fatihah, oleh Kyai Saleh Darat. Setelah selesai pengajian, Kartini mendesak pamannya agar bersedia untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat.
 
Kartini menceritakan bahwa selama hidupnya baru kali itulah dia sempat mengerti makna dan arti surat Al-Fatihah, yang isinya begitu indah menggetarkan hati. Kemudian atas permintaan Kartini, Kyai Sholeh diminta menerjemahkan Al Qur’an dalam bahasa Jawa di dalam sebuah buku berjudul Faidhur Rahman Fit Tafsiril Quran jilid pertama yang terdiri dari 13 juz, mulai surat Al Fatihah hingga surat Ibrahim. Buku itu dihadiahkan kepada Kartini saat dia (Kartini) menikah dengan R. M. Joyodiningrat, Bupati Rembang.
Kyai Sholeh meninggal saat baru menerjemahkan jilid pertama tersebut. Namun, hal ini sudah cukup membuka pikiran Kartini dalam mengenal Islam.
 
Tahu nggak? Sebenarnya ungkapan Habis Gelap Terbitlah Terang itu sebenarnya Kartini temukan dalam surat Al Baqarah ayat 257, yaitu firman Allah“…minazh-zhulumaati ilan-nuur” yang artinya “dari kegelapan-kegelapan (kekufuran) menuju cahaya (Islam)”. Oleh Kartini diungkapkan dalam bahasa Belanda "Door Duisternis Tot Licht". dan kemudian oleh Armien pane yang menerjemahkan kumpulan surat-surat Kartini diungkapkan menjadi "Habis Gelap Terbitlah Terang"
 
KARTINI KEMUDIAN
 
Kartini yang mulai mengenal Islam pun berubah. Pandangannya terhadap Islam menjadi positif.
“Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai” [surat kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902].
 
Kartini kemudian merumuskan arti pentingnya pendidikan untuk wanita, bukan untuk menyaingi kaum laki-laki seperti yang diyakini oleh pejuang feminisme dan emansipasi saat ini (sebenarnya lebih cocok disebut sebagai westernisasi), namun agar para wanita lebih cakap menjalankan kewajibannya sebagai Ibu. Kartini menulis dalam suratnya:
 
“Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi Ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.” [kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Okt 1902]
 
Dan tidak hanya itu, pandangannya terhadap Barat pun berubah. Kartini menulis;
“Dan saya menjawab, Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Kami mengatakan bahwa kami beriman kepada Allah dan kami tetap beriman kepada-Nya. Kami ingin mengabdi kepada Allah dan bukan kepada manusia. Jika sebaliknya tentulah kami sudah memuja orang dan bukan Allah” [kpd Ny. Abendanon, 12 Okt 1902]
 
“Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah Ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah Ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat Ibu, terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?” [surat kepada Ny. Abendanon, 27 Okt 1902]
 
Kartini meninggal dalam usia muda 25 thn, empat hari setelah melahirkan putranya. Ia tak sempat belajar Islam lebih dalam. Namun yang patut disayangkan, kebanyakan orang mengetahui Ibu Kartini hanyalah sekedar sebagai pejuang emansipasi wanita. Banyak orang yang nggak tahu perjalanan Kartini menemukan Islam dan perubahan pola pikirnya.
 
Semoga tulisan ini dapat menggugah kita untuk tahu lebih dalam tentang "IBU KITA KARTINI" (dalam upayanya mempelajari Islam), daripada sekedar peringatan tahunan tanpa makna.
 
Abu Muhammad Herman
(Dari Majalah Elfata)

Sumber: http://www.facebook.com/note.php?saved&&note_id=342475750174
Sumber: e-mail dari millis.assunnah
read more “Akhir Perjalanan Panjang Ibu Kartini”

Minggu, 03 April 2011

(Kisah Nyata) Janganlah kalian menyia-nyiakan hidayah dari Allah...

oleh Ichsan Surya pada 03 April 2011 jam 22:53

Bismillah…

Saya lahir  15 Mei 1976 di Jakarta, saya mempunyai dua orang adik, wanita dan seorang adik laki-laki.   Mama saya adalah istri kedua dari papa saya dia seorang TNI AD pangkat terakhirnya mayor jenderal, beliau dipecat gara-gara ketahuan waktu menikah dengan mama saya.  Waktu TK dan SD saya ditinggal di Jakarta, SMP saya di, wonogiri tempat lahir mama saya, waktu TK saya saya mengenal ganja akibat dihembus-hembuskan asapnya oleh tetangga sebelah rumah dan pulang pun kejebur got, merokok di bawah mobil semenjak SMP lah saya mengenal minuman keras, obat-obatan dan ganja.

SMA saya ke amerika ikut dengan om saya, waktu SMA itulah saya hampir tiap hari mabuk miras dan ganja dan makan babi, akhirnya saya pulang dari amerika karena tidak betah dan saya membeli ijazah SMA di Jakarta.  Dan pada tahun 1993 kalau tidak salah saya mengenal putau, semenjak memakai putau hidup saya makin hancur, tahun 1995 saya masuk penjara salemba karena merampok seorang turis asal australia karena sakaw, 8 bulan saya di rutan salemba.
Keluar dari penjara, pertama-tama saya baik-baik  saja tapi sebulan kemudian saya sudah pakai putaw lagi dan bertambah berat sakaw/ketagihan saya, barang-barang milik keluargapun habis saya jual termasuk mobil.


Dan pada tahun 1997 putaw pun dapat saya hilangkan setelah saya di wonogiri setahun sebagai gantinya miras. Dan saya pun minta kepada mama saya untuk kuliah di jogja, dan di jogja lah yang pertama saya cari adalah putaw. Sakaw lagi dan hancurlah kuliah saya. Dan motor pun saya gadaikan dan kemudian saya jual dengan seorang bandar narkoba. Dari situ lah timbul cek cok antara saya dengan bandar narkoba, yang mengakibatkan bandar itu meninggal di tempat dengan luka 16 tusukan. Dan saya pun masuk ke penjara lagi, LP Wirogunan. 
Di situlah saya mengenal yang namanya dukun, jin dan jimat, sering membakar kemenyan dan saya pun niat untuk menjadi pembunuh bayaran, belajar membunuh secara cepat. Saya dihukum selama 2.5 tahun setelah mama saya membayar jaksa sebesar 25 juta dan polisi 10 juta dan saya pun bebas pada tahun 2000.
Dan semenjak awal 2001 saya kembali menyuntikkan putaw, pada tahun 2002 saya pun menikah di jawa, dan akhirnya saya dikaruniai seorang anak, saya pun kerja sebagai loper teh botol, saya pun mulai mengenal judi togel dan pertama-tama saya minum alkohol dan akhirnya berlanjut ke shabu-shabu.

Semenjak saya memakai shabu-shabu semua barang habis terjual dan ketika saya ingin merampok lagi disitulah saya terkena razia, dan akhirnya saya masuk penjara untuk yang ketiga kalinya di LP Cipinang selama 8 bulan.


Dan akhirnya pintu taubat pun terbuka sedikit demi sedikit, saya pun berdo’a kepada Allah Ta’ala untuk memberikan saya jalan yang terbaik melihat perpecahan umatnya rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam ini.  Mulai dari situlah saya gemar membeli buku, pertama saya membeli bukunya Syaik Abdul Qodir Jaelani rahimahullah, setelah saya baca saya menemukan kejanggalan masa sih beliau dapat terbang dan jika berdzikir ingatlah kyaimu bukannya mengingat dosa, akhirnya saya pun pergi lagi mencari buku-buku di senen dan saya pun menemukan buku KH Arifin Ilham, karena saya sangat suka sekali dengan beliau.
Setelah saya sampai di rumah, saya pun membuka bungkus plastik buku itu saya pun kaget, kok koreksi dzikir jama’ah arifin ilham, itu kan bagus sekali.  Dan saya pun membaca perlahan-lahan buku itu, ternyata dalilnya ust. Arifin ilham kok tidak nyambung dan itu tidak pernah dicontohkan oleh rasulullah dan dalilnya salafi kok kuat sekali.  Siapa sih Salafi itu? Dari situ lah saya mengenal manhaj salafi dan kebetulan dari kawan saya sering dengar kata-kata bid’ah.

Dan saya pun kembali bekerja sebagai graphic designer, lama-kelamaan saya mulai mengerjakan design-design bank-bank ribawi, ngerjain chrismast design walaupun bukan saya yang design tapi idenya dari saya juga,  shalat udah tidak di masjid, isbal, dengerin musik, wah banyak deh dosa-dosa saya.

Eehh alhamdulillah badan saya lumpuh sebelah dan lupa segalanya termasuk keluarga yang besuk dan surat tinggal al fatihah doang tapi sekarang udah bisa jalan walaupun masih 75% dan surat-surat pun kembali hapal, tinggal tangan kanan aja yg masih stroke gara otot kejepit, dan sekarang udah mulai inget lagi trick-trick designnya. Allah memang maha baik Dia kasih ana penyakit ini sebagai peringatan.

Dan 8 bulan yang lalu saya pun umroh sekamar dengan ustadz Zainal Abidin, dan saya pun cerita kepada beliau sambil menanyakan, “Ustadz bolehkah saya menceraikan istri saya karena dia memakai jilbab gaul pun tidak mau.” Beliau berkata, “Ya antum harus sabar, tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk memakaikan jilbab seseorang.” Dan saya pun cerita lagi dan beliaupun cuma bisa menjawab, yang benar...astaghfirullah, yang benar...astaghfirullah sampai 5 kali kalau tidak salah.  Dan akhirnya beliaupun berkata sambil muka beliau memerah, “Antum boleh menceraikan istri antum.”  Sekian.

Insya Allah kisah ini tidak mengandung riya tapi hanya sebagai ibroh (pelajaran) untuk kalian:

-          Agar kalian tidak menyia-nyiakan hidayah dari-Nya, karena hidayah itu sangat mahal.
-          Agar kalian menikahi akhwat yang berjilbab dan qona'ah.
-          Agar kalian (bagi yang awam) jangan sekali-kali mencoba narkoba.

saya pun sadar bahwa para akhwat akan mundur setelah saya ceritakan kisah saya, tapi biarlah jodoh yang mengatur itu kan Allah...

sumber: www.exbadguy.com
read more “(Kisah Nyata) Janganlah kalian menyia-nyiakan hidayah dari Allah...”

Selasa, 22 Maret 2011

Kisah Nyata Tentang Asbab Mansiah (Sebab-Sebab Yang Terlupakan)

oleh Insani Masdi pada 07 Maret 2011 jam 10:33

Prof. Dr. Khalid al-Jubair penasehat spesialis bedah jantung dan urat nadi di rumah sakit al-Malik Khalid di Riyadh mengisahkan sebuah kisah pada sebuah seminar dengan tajuk Asbab Mansiah (Sebab-Sebab Yang Terlupakan). Mari sejenak kita merenung bersama, karena dalam kisah tersebut ada nasihat dan pelajaran yang sangat berharga bagi kita.

Sang dokter berkata:
Pada suatu hari -hari Selasa- aku melakukan operasi pada seorang anak berusia 2,5 tahun. Pada hari Rabu, anak tersebut berada di ruang ICU dalam keadaan segar dan sehat.

Pada hari Kamis pukul 11:15 -aku tidak melupakan waktu ini karena pentingnya kejadian tersebut- tiba-tiba salah seorang perawat mengabariku bahwa jantung dan pernafasan anak tersebut berhenti bekerja. Maka akupun pergi dengan cepat kepada anak tersebut, kemudian aku lakukan proses kejut jantung yang berlangsung selama 45 menit. Selama itu jantungnya tidak berfungsi, namun setelah itu Allah Subhanaahu wa Ta`ala menentukan agar jantungnya kembali berfungsi. Kamipun memuji Allah Subhanaahu wa Ta`ala .
Kemudian aku pergi untuk mengabarkan keadaannya kepada keluarganya, sebagaimana anda ketahui betapa sulit mengabarkan keadaan kepada keluarganya jika ternyata keadaannya buruk. Ini adalah hal tersulit yang harus dihadapi oleh seorang dokter. Akan tetapi ini adalah sebuah keharusan. Akupun bertanya tentang ayah si anak, tapi aku tidak mendapatinya. Aku hanya mendapati ibunya, lalu aku katakan kepadanya: "Penyebab berhentinya jantung putramu dari fungsinya adalah akibat pendarahan yang ada pada pangkal tenggorokan dan kami tidak mengetahui penyebabnya. Aku kira otaknya telah mati."

Coba tebak, kira-kira apa  jawaban ibu tersebut?
Apakah dia berteriak? Apakah dia histeris? Apakah dia berkata: "Engkaulah penyebabnya!"
Dia tidak berbicara apapun dari semua itu bahkan dia berkata: "Alhamdulillah." Kemudian dia meninggalkanku dan pergi.

Sepuluh hari berlalu, mulailah sang anak bergerak-gerak. Kamipun memuji Allah Subhanaahu wa Ta`ala serta menyampaikan kabar gembira sebuah kebaikan yaitu bahwa keadaan otaknya telah berfungsi.

Pada hari ke-12, jantungnya kembali berhenti bekerja disebabkan oleh pendarahan tersebut. Kami pun melakukan proses kejut jantung selama 45 menit, dan jantungnya tidak bergerak. Maka akupun mengatakan kepada ibunya: "Kali ini menurutku tidak ada harapan lagi." Maka dia berkata: "Alhamdulillah, ya Allah jika dalam kesembuhannya ada kebaikan, maka sembuhkanlah dia wahai Rabbi."

Maka dengan memuji Allah, jantungnya kembali berfungsi, akan tetapi setelah itu jantung kembali berhenti sampai 6 kali hingga dengan ketentuan Allah Subhanaahu wa Ta`ala spesialis THT berhasil menghentikan pendarahan tersebut, dan jantungnya kembali berfungsi.

Berlalulah sekarang 3,5 bulan, dan anak tersebut dalam keadaan koma, tidak bergerak. Kemudian setiap kali dia mulai bergerak dia terkena semacam pembengkakan bernanah aneh yang besar di kepalanya, yang aku belum pernah melihat semisalnya. Maka kami katakan kepada sang ibu bahwa putra anda akan meninggal. Jika dia bisa selamat dari kegagalan jantung yang berulang-ulang, maka dia tidak akan bisa selamat dengan adanya semacam pembengkakan di kepalanya. Maka sang ibu berkata: "Alhamdilillah." Kemudian meninggalkanku dan pergi. Setelah itu, kami melakukan usaha untuk merubah keadaan segera dengan melakukan operasi otak dan urat syaraf serta berusaha untuk menyembuhkan sang anak. Tiga minggu kemudian, dengan karunia Allah Subhanaahu wa Ta`ala , dia tersembuhkan dari pembengkakan tersebut, akan tetapi dia belum bergerak.

Dua minggu kemudian, darahnya terkena racun aneh yang menjadikan suhunya 41,2oC. maka kukatakan kepada sang ibu: "Sesungguhnya otak putra ibu berada dalam bahaya besar, saya kira tidak ada harapan sembuh." Maka dia berkata dengan penuh kesabaran dan keyakinan: "Alhamdulillah, ya Allah, jika pada kesembuhannya terdapat kebaikan, maka sembuhkanlah dia."

Setelah aku kabarkan kepada ibu anak tersebut tentang keadaan putranya yang terbaring di atas ranjang nomor 5, aku pergi ke pasien lain yang terbaring di ranjang nomor 6 untuk menganalisanya. Tiba-tiba ibu pasien nomor 6 tersebut menagis histeris seraya berkata: "Wahai dokter, kemari, wahai dokter suhu badannya 37,6o, dia akan mati, dia akan mati." Maka kukatakan kepadanya dengan penuh heran: "Lihatlah ibu anak yang terbaring di ranjang no 5, suhu badannya 41o lebih sementara dia bersabar dan memuji Allah." Maka berkatalah ibu pasien no. 6 tentang ibu tersebut: "Wanita itu tidak waras dan tidak sadar."

Maka aku mengingat sebuah hadits Rasulullah Sholallohu `alaihi wa sallam yang indah lagi agung:
(طُوْبَى لِلْغُرَبَاِء)  "Beruntunglah orang-orang yang asing." Sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, akan tetapi keduanya menggoncangkan ummat. Selama 23 tahun bekerja di rumah sakit aku belum pernah melihat dalam hidupku orang sabar seperti ibu ini kecuali dua orang saja.

Selang beberapa waktu setelah itu ia mengalami gagal ginjal, maka kami katakan kepada sang ibu: "Tidak ada harapan kali ini, dia tidak akan selamat." Maka dia menjawab dengan sabar dan bertawakkal kepada Allah: "Alhamdulillah." Seraya meninggalkanku seperti biasa dan pergi.

Sekarang kami memasuki minggu terakhir dari bulan keempat, dan anak tersebut telah tersembuhkan dari keracunan. Kemudian saat memasuki pada bulan kelima, dia terserang penyakit aneh yang aku belum pernah melihatnya selama hidupku, radang ganas pada selaput pembungkus jantung di sekitar dada yang mencakup tulang-tulang dada dan seluruh daerah di sekitarnya. Dimana keadaan ini memaksaku untuk membuka dadanya dan terpaksa menjadikan jantungnya dalam keadaan terbuka. Sekiranya kami mengganti alat bantu, anda akan melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda..

Saat kondisi anak tersebut sampai pada tingkatan ini aku berkata kepada sang ibu: "Sudah, yang ini tidak mungkin disembuhkan lagi, aku tidak berharap. Keadaannya semakin gawat." Diapun berkata: "Alhamdulillah." Sebagaimana kebiasaannya, tanpa berkata apapun selainnya.

Kemudian berlalulah 6,5 bulan, anak tersebut keluar dari ruang operasi dalam keadaan tidak berbicara, melihat, mendengar, bergerak dan tertawa. Sementara dadanya dalam keadaan terbuka yang memungkinkan bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda, dan ibunyalah yang membantu mengganti alat-alat bantu di jantung putranya dengan penuh sabar dan berharap pahala.

Apakah anda tahu apa yang terjadi setelah itu?
Sebelum kukabarkan kepada anda, apakah yang anda kira dari keselamatan anak tersebut yang telah melalui segala macam ujian berat, hal gawat, rasa sakit dan beberapa penyakit yang aneh dan kompleks? Menurut anda kira-kira apa yang akan dilakukan oleh sang ibu yang sabar terhadap sang putra di hadapannya yang berada di ambang kubur itu? Kondisi yang dia tidak punya kuasa apa-apa kecuali hanya berdo'a, dan merendahkan diri kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala ?

Tahukah anda apa yang terjadi terhadap anak yang mungkin bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda 2,5 bulan kemudian?
Anak tersebut telah sembuh sempurna dengan rahmat Allah Subhanaahu wa Ta`ala sebagai balasan bagi sang ibu yang shalihah tersebut. Sekarang anak tersebut telah berlari dan dapat menyalip ibunya dengan kedua kakinya, seakan-akan tidak ada sesuatupun yang pernah menimpanya. Dia telah kembali seperti sedia kala, dalam keadaan sembuh dan sehat.

Kisah ini tidaklah berhenti sampai di sini, apa yang membuatku menangis bukanlah ini, yang membuatku menangis adalah apa yang terjadi kemudian:
Satu setengah tahun setelah anak tersebut keluar dari rumah sakit, salah seorang kawan di bagian operasi mengabarkan kepadaku bahwa ada seorang laki-laki berserta istri bersama dua orang anak ingin melihat anda. Maka kukatakan kepadanya: "Siapakah mereka?" Dia menjawab, "tidak mengenal mereka."

Akupun pergi untuk melihat mereka, ternyata mereka adalah ayah dan ibu dari anak yang dulu kami operasi. Umurnya sekarang 5 tahun seperti bunga dalam keadaan sehat, seakan-akan tidak pernah terkena apapun, dan juga bersama mereka seorang bayi berumur 4 bulan.

Aku menyambut mereka, dan bertanya kepada sang ayah dengan canda tentang bayi baru yang digendong oleh ibunya, apakah dia anak yang ke-13 atau 14? Diapun melihat kepadaku dengan senyuman aneh, kemudian dia berkata: "Ini adalah anak yang kedua, sedang anak pertama adalah anak yang dulu anda operasi, dia adalah anak pertama yang datang kepada kami setelah 17 tahun mandul. Setelah kami diberi rizki dengannya, dia tertimpa penyakit seperti yang telah anda ketahui sendiri."

Aku tidak mampu menguasai jiwaku, kedua mataku penuh dengan air mata. Tanpa sadar aku menyeret laki-laki tersebut dengan tangannya kemudian aku masukkan ke dalam ruanganku dan bertanya tentang istrinya. Kukatakan kepadanya: "Siapakah istrimu yang mampu bersabar dengan penuh kesabaran atas putranya yang baru datang setelah 17 tahun mandul? Haruslah hatinya bukan hati yang gersang, bahkan hati yang  subur dengan keimanan terhadap Allah Subhanaahu wa Ta`ala ."

Tahukah anda apa yang dia katakan?
Diamlah bersamaku wahai saudara-saudariku, terutama kepada anda wahai saudari-saudari yang mulia, cukuplah anda bisa berbangga pada zaman ini ada seorang wanita muslimah yang seperti dia.

Sang suami berkata: "Aku menikahi wanita tersebut 19 tahun yang lalu, sejak masa itu dia tidak pernah meninggalkan shalat malam kecuali dengan udzur syar'i. Aku tidak pernah menyaksikannya berghibah (menggunjing), namimah (adu domba), tidak juga dusta. Jika aku keluar dari rumah atau aku pulang ke rumah, dia membukakan pintu untukku, mendo'akanku, menyambutku, serta melakukan tugas-tugasnya dengan segenap kecintaan, tanggung jawab, akhlak dan kasih sayang."

Sang suami menyempurnakan ceritanya dengan berkata: "Wahai dokter, dengan segenap akhlak dan kasih sayang yang dia berikan kepadaku, aku tidak mampu untuk membuka satu mataku terhadapnya karena malu." Maka kukatakan kepadanya: "Wanita seperti dia berhak mendapatkan perlakuan darimu seperti itu." Kisah selesai.

Kukatakan:
Saudara-saudariku, kadang anda terheran-heran dengan kisah tersebut, yaitu terheran-heran terhadap kesabaran wanita tersebut, akan tetapi ketahuilah bahwa beriman kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala dengan segenap keimanan dan tawakkal kepada-Nya dengan sepenuhnya, serta beramal shalih adalah perkara yang mengokohkan seorang muslim saat dalam kesusahan, dan ujian. Kesabaran yang demikian adalah sebuah taufik dan rahmat dari Allah Subhanaahu wa Ta`ala .

Allah Subhanaahu wa Ta`ala berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (١٥٥)الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (١٥٦)أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (١٥٧)
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-Baqarah: 155-157)

Nabi Sholallohu `alaihi wa sallam bersabda:
مَا يُصِيْبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَحُزْنٍ وَلاَ أَذىً وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا خَطاَيَاهُ
"Tidaklah menimpa seorang muslim dari keletihan, sakit, kecemasan, kesedihan tidak juga gangguan dan kesusahan, hingga duri yang menusuknya, kecuali dengannya Allah Subhanaahu wa Ta`ala akan menghapus kesalahan-kesalahannya." (HR. al-Bukhari (5/2137))

Maka, wahai saudara-saudariku, mintalah pertolongan kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala , minta dan berdo'alah hanya kepada Allah Subhanaahu wa Ta`ala terhadap berbagai kebutuhan anda sekalian.

Bersandarlah kepada-Nya dalam keadaan senang dan susah. Sesungguhnya Dia Subhanaahu wa Ta`ala adalah sebaik-baik pelindung dan penolong.

Mudah-mudahan Allah Subhanaahu wa Ta`ala membalas anda sekalian dengan kebaikan, serta janganlah melupakan kami dari do'a-do'a kalian.
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ (١٢٦)
"Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)." (QS. Al-A'raf: 126) (AR)*
Sumber: Majalah Qiblati edisi 1 th. III
read more “Kisah Nyata Tentang Asbab Mansiah (Sebab-Sebab Yang Terlupakan)”

Senin, 21 Maret 2011

Di Tepi Jalan Kota

Malam telah memeluk hari. Tapi aku tak jua beranjak dari tempat nongkrongku bersama teman-teman di trotoar jalan kota. Menenteng gitar, bernyanyi meski suara fals, menghibur sesama teman nongkrong. Tak peduli tatapan lalu lalang orang yang merasa terganggu atau tak nyaman dengan tingkah kami. Meski tidak jarang pula, orang tersenyum dengan ulah kami.

Adzan yang terdengar dari atap-atap masjid seperti angin lalu bagiku dan teman-teman. Terkadang rasa takut mati dan bayang-bayang neraka terlintas di benakku. Tetapi ketakutan itu hanya sesaat, berlalu bersama kesenangan dan tawa bersama teman-teman. Bersama mereka aku tidak pernah takut atau berpikir tentang mati.

Bukannya aku tidak pernah shalat. Aku selalu rajin melakukannya di depan kedua orang tuaku. Di rumah, kedua orang tuaku sangat keras menerapkan agama. Mereka sangat "rewel" bila anak-anak malas untuk segera berwudhu bila adzan tiba. Tapi saat kost begini, mana ada yang memarahiku. Awalnya memang berat dan sayang meninggalkan shalat. Tapi begitulah, teman gaulku di kampus bukan orang yang peduli pada agama. Tadarus tak pernah bahkan hafalan al-Qur'anku yang tak seberapa ikut melayang. Meski ku ingat bila aku shalat, teman-teman akan meledekku, "sejak kapan kamu insyaf?" Atau sindiran-sindiran senada lainnya.

Selain nongkrong, hari-hariku penuh dengan musik. Dimana aku berada tak pernah lepas dari musik, musik, dan musik. Ada konser artis terkenal jangan harap aku lewatkan. Yang tiket aku peroleh dari pinjaman, dibayarkan teman yang mau berbaik hati atau menjual barang-barangku pada sesama teman. Atau aku manfaatkan pacarku yang tak cuma satu, dengan alasan ini itu, hinggah mereka rela merogoh kocek untukku. Soal tampang dan fisik, jangan tanya dech, artis Dude Herlino, Anjasmara atau Rafi Ahmad semua lewat. Otakku pun terbilang encer. terbukti IP-ku bagus, prestasi di kampus lumayan, aku pun jadi ketua klub bahasa Inggris di kampus. Soal cewek, aku tak perlu mencari, sebab mereka yang mencariku...

Sebagai anak band, lengkap sudah kelebihanku. Sering manggung dan menjadi terkenal makin membuatku lupa diri. Di tengah lupa diriku, diantara teman-teman nongkrong hanya aku satu-satunya yang tak merokok atau yang menyentuh minuman keras. Tapi itu bukan berarti aku bersih dari dua barang itu. Aku pernah "berlatih" menjadi penikmatnya. Tapi tak pernah berhasil. Baru menghisap sekali sudah batuk-batuk, dadaku sesak dan kepala serasa berputar. Padahal itu baru sekali isapan, belum habis sebatang. Pun saat "latihan" minum, baru mencicip sedikit sudah terasa pahit dan panas di mulut. Aku berkali-kali menyemburkannya ke luar. Meludah tak henti-henti. sebab itu teman-teman menjulukiku banci.

Begitulah, selama hampir tujuh semester, hidupku di rantau begitu glamor dan merdeka. Uang, aku bisa mencari sendiri dari panggung ke panggung. Atau sesekali aku menemani "penggemarku" jalan-jalan. Hanya jalan-jalan, tapi uang yang kudapat sungguh luar biasa. Sekali jalan, paling sedikit aku dapat tips atau uang terima kasih dari wanita-wanita penggemarku antara 1 - 5 juta. Pernah aku diberi 10 juta tunai!!

Night club dan hotel menjadi langganan manggung band-ku. dan itu kian membuat aku dan teman-teman lain makin masuk ke lubang hitam. Rawan iming-iming pesona dunia, materi juga wanita. Kadang batin terdalamku berontak, ingin beranjak, tapi sekali lagi dunia melenakanku.

Seperti malam inikami baru saja lepas manggung pukul satu dini hari. Minuman keras tercium dari mulut beberapa teman. Entahlah tiba-tiba aku begitu benci melihat mereka, sikap dan perbuatan mereka. Tiba-tiba aku merasa malu, berada diantara tukang mabuk yang begitu dipuja. Apa lebihnya? hatiku benar-benar gelisah sepanjang perjalanan pulang.

"Brakk!!!" benturan keras diiringi derit rem yang diinjak keras dan gesekan benda-benda yang memekakan telinga. Tahu-tahu aku telah berdiri di luar mobil. Limbung, bingung dan gemetar. Rupanya aku terpental ke luar dari mobil dengan tubuh penuh darah. dalam kondisi bingung kudekati mobil rombongan band-ku yang terbalik.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'uun"...aku mengingat Allah. Kusebut asma Allah berkali-kali, diantara teriakan panikku memanggil teman-teman yang sekarat. Beberapa menyahut pelan. Tapi tidak dengan Bay...Kulihat sekujur tubuhnya berlumur darah, dan ia benar-benar sekarat. tapi yang keluar dari mulutnya sungguh mengerikan. Mulutnya tidak menyebut asma Allah, tapi justru ia menyanyikan lagu dari sebuah lagu band ternama. Ia juga berteriak, "Ambilkan gitar, ambilkan gitar" sampai nyawa terlepas dari tubuhnya. Aku bergidik dan gemetar dengan hebatnya. Usahaku menuntunnya tidak berhasil. Aku berlari menjauh dari mobil sambil menangis histeris. Tanpa aku sadari, justru aku berlari ke arah mobil lain yang bertabrakan dengan kami. Kondisinya jauh lebih ringset.

Subhanallah, keadaan di sana sungguh membuatku takjub. Kaset murottal masih terdengar dari tape mobil yang menyala. Dua laki-laki penumpangnya aku yakin dalam keadaan pingsan. Sebab saat aku panggil tak ada sahutan. Yang luar biasa sesekali kudengar rintihan menyebut asma Allah dan bacaan surat al-Qur'an. Lain dengan Bay...Aku menangis sesenggukan sambil memberi pertolongan sebisaku. Alhamdulillah, akhirnya pertolongan datang dari mobil-mobil yang kbetulan lewat.

Sebulan sejak peristiwa itu, aku tak bisa tidur. Terbayang dua peristiwa yang kontras, juga aku yang terlempar ke luar mobil. Allah sengaja menyelamatkanku untuk menyaksikan dua kejadian disaat bersama-sama. Dan hal itu mengguncang jiwa dan batinku. Bisa saja akhir hidupku seperti Bay atau seperti dua laki-laki itu. Batas tipis, hidup dan mati ada di depanku. Kejadian itu membuatku terbalik 180 derajat. Aku tinggalkan band-ku dan semua kegiatan burukku. Aku menjelma menjadi manusia baru sejak lima tahun lalu. Dan itu bermula dari kejadian di tepi jalan kota dan atas hidayah Allah semata. (Ummu Faruq)


(Disalin ulang oleh Abu Muhammad dari majalah Sakinah volume 9, No. 11, Shafar - Rabiul Awal 1432H/15 Februari - 15 Maret 2011)
read more “Di Tepi Jalan Kota”

Sabtu, 29 Januari 2011

Mengenal Komunitas Salafi

Mengenal Komunitas Salafi

OPINI | 25 November 2010 | 09:56 2016 27 1 dari 2 Kompasianer menilai Menarik

Oleh Rimbun Natamarga
Menjadi salafi berarti memilih sesuatu yang lain. Seorang peneliti antropologi, sayangnya, belum jeli melihat kenyataan ini. Sampai sekarang, belum ada kajian antropologi yang concern mengkaji kehidupan komunitas Salafi. Belum ada karya antropolog yang berwibawa, sewibawa karya-karya Clifford Geertz tentang masyarakat Jawa, mengangkat komunitas Salafi sebagai bahan penelitian.
Yang patut dicatat, Salafi bukan teroris. Selama ini, publik selalu saja menggambarkan bahwa teroris adalah Salafi dan Salafi adalah teroris. Padahal, yang sebenarnya, orang-orang yang melakukan aksi terorisme berkedok Islam dan jihad melawan pemerintah serta mengafirkan orang-orang banyak, termasuk juga meledakkan bom di sana-sini, adalah gerombolan pencatut label Salafi dalam landasan aksi-aksi mereka.
Kalau kita mau jeli, dan meneliti secara jujur dan berani, kita akan menemukan bahwa teroris adalah teroris dan Salafi adalah Salafi. Sepertinya, tahun-tahun sekarang bakal membutuhkan banyak tenaga antropolog untuk meneliti tentang subjek ini. Jika tidak, bias istilah akan semakin merajalela.
Mengapa antropolog? Justru karena mereka yang mau dan mampu melihat dari dalam. Salafi itu komunitas aneh, jauh berbeda dari orang-orang kebanyakan. Bahkan, dapat dikatakan, mereka ada sebagai sebuah subkultur yang eksis dan ada di tengah-tengah masyarakat kita. Hanya tinggal kita: apakah kita mau dan jeli melihatnya?
Salaf, Salafi, Komunitas Salafi
Di Indonesia, menyebut istilah salaf, asosiasi banyak orang akan terarah pada sebuah pesantren tradisional yang tak berijazah, tak berkurikulum sebagaimana sekolah umum dan madrasah-madrasah modern, santri-santri yang bersarung dan berkopiah menenteng Al-Qur’an untuk mengaji di masjid pesantren. Mereka diasuh oleh seorang kiai bersarung yang jelas bukan PNS bukan pula pegawai perusahaan swasta tapi punya penghasilan lewat tanah-tanah sawah yang digarap atau kebun yang dipanen.
Asosiasi itu akan semakin lengkap dengan bentuk pesantren yang sungguh-sungguh apa-adanya. Ada masjid, bangunan sederhana untuk asrama ala kadarnya, bangunan mck untuk santri yang menginap, dan sudah tentu bangunan rumah kiai yang memimpin pesantren itu. Lokasi pesantren itu pun akan berada di suatu desa, bukan di kota. Masyarakat desa menghormati keberadaan pesantren itu, sebagaimana mereka menghormati kiai yang memimpinnya.
Dan akan semakin lengkap dengan gambaran tentang kegiatan mereka yang mengkaji kitab-kitab Arab gundul. Mereka duduk melingkari kiai itu mendengarkan penjelasannya. Belajar bagi mereka adalah menghafal isi kitab-kitab gundul itu. Satu-satunya kitab yang tidak gundul untuk mereka hanya kitab suci Al-Qur’an.
Tapi, bukan itu yang dimaksud dengan istilah salaf yang ada di sini. Bahkan santri-santri dalam asosiasi kita itu hanya akan disebut dengan istilah santri salaf. Pesantrennya, pesantren salaf. Bukan Salafi.
Terkait dengan tulisan ini, Salaf dimaksud sebagai istilah untuk generasi pertama dari kalangan sahabat Nabi Muhammad (murid-murid Nabi langsung), tabiin (murid-murid sahabat nabi itu), dan tabiut tabiin (murid-murid para tabiin itu). Dilihat dari segi waktu, tiga generasi itu terentang dalam kurang lebih dua ratus tahun pertama sejak ayat-ayat Al-Qur’an pertama kali turun.
Dalam praktek agama, mereka diyakini sebagai orang-orang yang masih berada di atas fitrah dan ajaran Islam yang masih murni dan selamat. Mereka menyaksikan wahyu turun dan melihat langsung praktek-praktek Nabi atas wahyu itu. Mereka kemudian ikut mempraktekkan dan meneruskan kepada murid-murid mereka (para tabiin). Murid-murid mereka pun mengajarkan kepada murid-murid mereka lagi (tabiut tabiin).
Praktek agama mereka, baik itu dalam cara memahami Qur’an dan Hadis ataupun dalam cara melaksanakannya, disebut dengan istilah mazhab kaum Salaf. Dan setiap orang setelah mereka, siapa pun dan di mana pun itu, yang mempraktekkan pemahaman dan cara-cara ibadah mereka disebut dengan Salafi atau pengikut Salaf.
Dengan pengertian seperti itu, dari sejak zaman Imam Safei sampai hari Kiamat nanti, orang-orang yang disebut Salafi akan terus ada selama ada yang mempraktekkan pemahaman dan praktek ibadah generasi Salaf. Dan itu tidak terbatas pada wilayah Timur Tengah saja, tetapi merentang jauh menembus sampai ke New York, Toronto, London, Paris, Lyon, Amsterdam.
Tentu saja, juga di daratan Cina, belahan Afrika Utara, Somalia, Pakistan, India, Semenanjung Malaya, dan Indonesia. Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya adalah kota-kota besar di Jawa yang banyak dihuni oleh komunitas Salafi. Aceh, Medan, Pekan Baru, Padang, Jambi, Palembang, Bengkulu, Bandar Lampung, Balikpapan, Bontang, Makassar, Ambon, Jayapura, dan kota-kota kabupaten yang lain sudah pasti ada. Orang-orang yang sejatinya disebut Salafi ada di sekitar kita.
Eksistensi Salafi di Sekitar Kita
Komunitas mereka tetap eksis sampai sekarang, baik di kehidupan nyata kita sehari-hari ataupun di dunia maya. Situs-situs mereka terus diakses. Blog-blog Salafi terus memberikan informasi seputar dakwah mereka. Mereka pun mengeluarkan majalah-majalah dakwah mereka. Tiap Jum’at, di kota-kota di Indonesia, buletin-buletin Jum’at mereka ditebar. Di sejumlah kota, bahkan, stasiun-stasiun radio mereka mengudarakan acara-acara kajian dakwah mereka. Dan sudah pasti: dai-dai Salafi terkadang mengisi khutbah-khutbah Jum’at di masjid-masjid sekitar kita.
Satu-satunya yang belum mereka rambah adalah televisi. Akan tetapi, ini terkait dengan prinsip yang masih mereka pegang teguh dalam berdakwah. Kita pasti tidak akan habis pikir mendengar alasan mereka tentang itu. Menghormati pendapat mereka, kita pasti bisa memahami dan menerima alasan mereka yang dipakai mereka.
Istilah yang tepat untuk melukiskan hakikat sebenarnya tentang komunitas Salafi adalah komunitas belajar kitab gundul. Sebab aktivitas mereka tampaknya berporos pada pengajian kitab-kitab gundul yang menjadi bagian khazanah Islam.
Mereka secara rutin—baik itu harian, mingguan, bulanan atau pun tahunan—mengkaji kitab-kitab tersebut dan menerapkannya dalam aktivitas harian mereka, mulai dari aktivitas sosial kemasyarakatan, aktivitas beribadah kepada Allah, sampai kepada aktivitas pribadi dengan pasangan hidup masing-masing mereka di atas ranjang. Bagi sebagian pengamat Islam, komunitas Salafi itu akan digolongkan ke dalam kelompok muslim literalis.
Menariknya, komunitas mereka adalah komunitas yang terbuka (open community). Kebanyakan orang di luar mereka justru menilai mereka sebagai komunitas yang eksklusif, serba tertutup dan tersendiri, hanya dari melihat penampilan luar mereka. Padahal, nyatanya tidak. Mereka terbuka terhadap siapa pun di luar mereka yang ingin tahu tentang mereka. Mulai dari seorang pejalan kaki yang kebetulan mampir sampai intel-intel yang bekerja untuk Densus 88 Polri boleh menghadiri pengajian-pengajian kitab mereka. Asal saja tidak mengganggu dan menyakiti mereka.
Selain itu, tidak ada baiat atau sumpah keanggotaan untuk bergaul atau bergabung dengan komunitas mereka. Demikian pula, siapa pun yang ikut mengaji kitab-kitab gundul dengan mereka dapat keluar dan pergi kapan pun dan di mana pun dari lingkaran komunitas mereka. Tidak ada istilah akan dikejar atau diintimidasi oleh mereka akibat tindakan seperti itu bagi siapa pun yang melakukannya. Sekali lagi, komunitas Salafi bukan sekumpulan jaring klandestin yang susah untuk dilacak.[]
read more “Mengenal Komunitas Salafi”

Rabu, 26 Januari 2011

Wahai Ukhti!!!. Gambar Anda di Fb Dalam Bahaya!!!. Tolong Dibaca [PENTING]


Sumber: http://artikelassunnah.blogspot.com

Ya Akhawat Fil Islaam, Wahai Muslimah2@Facebook, Walau Di Mana Jua Antunna Berada..
Atas Dasar Ukhuwwah & Kasih yang Tidak Terhingga terhadap Antunna, PS Amat-amat Memohon drp Lubuk Hati yang Paling Mendalam....

'SILAHKAN DELETE KESELURUH GAMBAR2 ANTUNNA YANG MASIH TERSISA DI FACEBOOK DENGAN KADAR SEBERAPA SEGERA!'.

Terutamanya kepada Mereka yang Belum Berpurdah, Gambar-gambar Antunna di Ambang Bahaya dan boleh menjadi Asbab Fitnah yang Maha Dahsyat kepada Diri, Keluarga dan kepada Addenul Islam itu Sendiri.

Bagi Memastikan Antunna Melakukannya pada SAAT DAN KETIKA INI juga, di bawah ini PS sertakan Beberapa Artikel Beserta Bukti Kukuh bagi Meyakinkan Antunna untuk men'DELETE' Gambar-Gambar tersebut Tanpa Ragu2.


[ ARTIKEL 1 ] ~ TANGAN KOTOR : MEMBOGELKAN GAMBAR MUSLIMAH DENGAN SUPER IMPOSE

Super Impose yang semakin menjadi kegilaan dunia hari ini, telah menyebabkan berlakunya beberapa kezaliman terhadap wajah wanita yang bertudung. Kesal juga, sejak kebelakangan ini, ternampak beberapa bentuk serangan media dengan menggunakan istilah-istilah lucah yang agak meluat untuk menyebutkannya di sini.

Post kali ini, saya cuba menarik para pembaca untuk memahami situasi yang terjadi. Istilah-istilah kotor yang saya maksudkan di atas, cuba dikembangkan. Antara cara-cara mengembangkan otak kotor terhadap wanita muslimah, ialah dengan menggunakan SUPER IMPOSE.

Iaitu, mengambil beberapa keping gambar perempuan bertudung yang dirasakan secocok dengan gambar bogel, kemudian gambar perempuan tersebut dipotong dibahagian yang sesuai. Biasanya garisan tudung tersebut. Kemudian, di”tampal” pada tubuh mana-mana yang tidak berpakaian.

Maka, akan terhasil seorang wanita yang bertudung, tetapi tidak berpakaian. Kerja-kerja ini tidak lain adalah untuk menghina Islam, bahkan menghina wanita muslimah yang sentiasa menjaga aurat mereka. Persoalan di sini, dimanakah saluran mudah untuk mendapatkan gambar-gambar muslimah kita?

Oh ya, FACEBOOK adalah jalan paling mudah dan berkesan. Sejak kebelakangan ini, nampak seperti wanita muslimah Indonesia dan Malaysia yang menjadi mangsa! Hah.. Adakah anda sedar, entah-entah gambar saudara mara kita pula yang kena.

Lebih teruk apabila gambar tersebut dibuat animasi dengan format GIF. Animasi yang boleh ditampal dengan mudah di web-web lucah. Asalnya ia merupakan gambar kaku, tetapi apabila diubahsuai dan diset dalam format GIF, akan terhasil animasi bergerak. Antaranya AKSI-AKSI RANJANG yang agak mengaibkan untuk disebut di sini.

Baca Selanjutnya --> Disini


[ ARTIKEL 2 ] ~ AWAS MUSLIMAHKU !!



ASAL FOTO INI ADALAH BERTUDUNG SEMPURNA, NAMUN TELAH DIEKSPLOITASI MELALUI TEKNIK SUPER IMPOSE DAN SINAR X-RAY UNTUK MENAMPAKKAN BAHAGIAN DALAMAN. MAKA KEPADA PARA MUSLIMAH DIKASIHI ALLAH SEKALIAN ,TOLONG DELETE FOTO-FOTO ANDA DALAM MANA-MANA LAMAN PERIBADI ANDA SEPERTI fACEBOOK ,BLOG @ fRIENDSTER SEBELUM MENJADI MANGSA DAN FOTO-FOTO ANDA TERSEBAR DI INTERNET OLEH MUSUH2 ISLAM DAN KAKI PORNOGRAFI

Mungkin proses eksploitasi ini tidak dapat dilakukan jika mana gambar ini sudah tetap..namun sebagai langkah berjaga-jaga, seelok-eloknya tidak wajarlah bagi seorang muslimah mempamerkan gambarnya kepada bukan mahramnya. Jika difikir-fikirkan, kenapa sibuk mempamerkan wajah pada orang tatapan ramai ?..NAK TUNJUK CANTIK??? {PS : NAK KEPUJIAN LELAKI????} Hmmm..cukuplah pamerkan pada suami kalian nanti..renung-renungkanlah.

Baca Selanjutnya --> Disini

[ARTIKEL 3] HATI-HATI : FACEBOOK MEMUDAHKAN SI BERTUDUNG DITELANJANGKAN

Susulan daripada artikel saya sebelum ini, yang berkaitan dengan gambar perempuan bertudung yang dieksploitasikan, saya rasa perlu untuk mengulas lebih lanjut tentang istilah “body scanning”. Mungkin ia kelihatan agak tak masuk akal untuk dihasilkan. Tapi, sila baca beberapa kaedah di bawah, yang MEMUNGKINKAN proses ini akan berhasil.

1. Semua orang sudah tahu, bahawa pakaian tidak boleh ditembusi. Tetapi di Airport telah meletakkan sistem “mengkantoikan” anggota badan secara penuh. Dahulu, kita tidak pernah terfikir ia akan berlaku. Tetapi sekarang, ia sudah berlaku.

Ok, ada yang mengatakan bahawa, itu adalah anggota badan secara langsung, bukan melalui gambar. Penjelasannya pada nombor 2.

2. Cuba kita lihat di dalam ruangan Facebook. Kebanyakan pelayar Facebook yang memakai pakaian menutup aurat, tetapi adakah tidak boleh diimaginasikan bentuk tubuh mereka?

Contoh, di dalam gambar 1, si A melakukan aksi 1, gambar kedua pula melakukan aksi 2, sehinggalah 5 keping gambar, dan kesemuanya aksi yang berbeza (walaupun aksi bersahaja dan memakai niqab).

Maka, berdasarkan ukuran baju, lipatan kain, dan sebagainya, memungkinkan tubuh badannya diolah dalam bentuk 3D. Ia adalah hasil imaginasi yang dapat diterjemahkan daripada 5 gambar tersebut. Bukan sahaja 5, 1 pun sudah cukup.

Semua orang tahu, tubuh badan wanita semuanya sama, gemuk bentuknya begini, kurus bentuknya begini, pinggang lebar bentuknya begini, dan sebagainya. Maka, daripada gambar yang tertera, mereka mengolah kepada bentuk 3D, kerana manusia punyai imaginasi.

Senang cerita, kalau anda tengok perempuan bertudung, anda akan dapat mengimaginasi sehingga “menelanjangkan” tubuhnya, walaupun aurat semuanya ditutup. Maka, Islam mengajar kita untuk “menjaga pandangan”, walaupun kepada mereka yang menutup aurat.

Baca Selanjutnya --> Disini

Demi Kasih dan Cinta PS kepada Antunna, Sekali Lagi PS pohon....

' TOLONG DELETE DENGAN SEGERA, KESEMUA GAMBAR ANTUNNA @ FACEBOOK, SEKALIPUN IANYA TELAH DI'LOCK'.

SEBELUM IANYA DIEKSPLOITASI OLEH MUSUH-MUSUH ISLAM, SAMADA MENGGUNAKAN TEKNIK 'SUPER IMPOSE', 'SINAR X-RAY' ATAU '3D BODY SCANNING' UNTUK MENGAIBKAN MARUAH KAUM MUSLIMAH YANG MEMELIHARA AURATNYA, SETERUSNYA MENCEMARKAN KESUCIAN ADDENUL ISLAM"

Waakhiran Laisa Biakhirin,

Demi Ukhuwwah dan Kasihku Kepada Kalian, PS Amat-amat Memohon Agar Disebarluaskan Info ini kpd Seramai Mungkin Sahabiah2 Antunna di Luar Sana...

& Seterusnya, buat Ikhwahku yang KuKasihi, Sebarluaskan juga Info ini kpd seluruh Mahrammu, Kaum Kerabatmu, mahupun Teman2 Muslimahmu di FB....Demi Memelihara Kesucian Maruah Akhawat Kita dan Menjaga Kemurnian Addeenul Islam yang Sama-sama Kita Cintai...

Dikutip dari: salafiunsri.blogspot.com
read more “Wahai Ukhti!!!. Gambar Anda di Fb Dalam Bahaya!!!. Tolong Dibaca [PENTING]”

Pahlawan Muslim Jadi Nama Kota di Amerika Serikat

Kamis, 27 Januari 2011, 07:00 WIB

www.wbez.org
Pahlawan Muslim Jadi Nama Kota di  Amerika Serikat
Salah satu sudut kota Elkader
REPUBLIKA.CO.ID, ELKADER - Sedikit orang yang tahu, dari mana asal nama Elkader, sebuah kota di Iowa, Amerika Serikat.  Menurut seorang sesepuh warga, Frederique Boudouani, semula nama kota berpenduduk 15 ribu orang itu adalah Pony Hollow.

Elkader dihuni orang pertama kali pada tahun 1836 ketika Elisa Boardman dan Horace Bronson menetap di tepi Turkey River di Pony Hollow. Boardman membuka lahan pertanian pertama dan bersama-sama dengan penghuni awal lainnya membangun sekolah. Bersama Timothy Davis, John Thompson, dan Chester Sage ini memaparkan rencana untuk komunitas mereka yang secara resmi  pada tanggal 22 Juni 1846. Mereka menamai kota baru itu menjadi Elkader.

Mengapa Elkader? Di kota itu, pernah tinggal seorang warga keturunan Aljazair, bernama Abd el-Kader, seorang Muslim. Anak muda ini terkenal alim, jujur, dan ringan tangan membantu warga lain.

Ketika era kolonialisme, ia memimpin orang-orang dalam perlawanan terhadap kolonialisme Perancis antara 1830 - 1847.

Dia juga dikenal secara luas untuk tindakan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa ribuan orang Kristen lokal dan diplomat asing di Damaskus. Semua tindakannya, dalam perang dan damai, dilakukan sesuai dengan apa yang ia yakini sebagai kewajiban seorang Muslim.

Sejak 2000-an, nama Elkader kembali mengemuka. Warga kota itu mempromosikan kembali pesan-pesan kehidupan Abd el-Kader dan contoh tentang keberanian moral, kemurahan hati, semangat belajar, dan toleransi bagi Amerika.

Di Elkader, warganya dikenal saling peduli. "Kami tak ingin globalisasi atau apapun namanya mengikis nilai-nilai ini," kata Kathy Garms, relawan pada The Abd el-Kader Education Project.

Menurutnya, kehidupan heroik Abd el-Kader  sangat relevan untuk hari ini. "Ia adalah tokoh yang pernah membuat decak kagum  Presiden Lincoln, Queen Victoria, Paus Pius IX serta jenderal Prancis,  dan para pemimpin Kristen," ujarnya.
Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: www.wbez.org
read more “Pahlawan Muslim Jadi Nama Kota di Amerika Serikat”

Senin, 24 Januari 2011

Inilah Potret Mereka Yang Beribadah Di Kuburan [Kuburiyyun]. Mau Tahu ??? Rugi Kalau Tidak dibaca !!!

 

oleh Anwar Baru Belajar pada 21 September 2010 jam 22:29

Kaum Yahudi membaca Kitab Talmud di sisi kuburan
Tradisi Paskah di Kalimantan Tengah berbeda dengan tempat tinggal saya sebelumnya di Jawa. Selain selalu menyelenggarakan karnaval atau pawai di jalan, mereka punya kebiasaan ziarah ke makam. Ziarah ke makam yang biasa dilakukan banyak orang pada siang hari itu loh. Tetapi tradisi disini berbeda. Pada malam Paskah (Sabtu Suci) orang-orang berbondong-bondong mengunjungi makam keluarga mereka untuk menyalakan lilin dan menaburkan bunga diatas makam. Disitu keluarga berkumpul sepanjang malam hingga subuh. Pada waktu subuh sekitar pukul 5 pagi mereka mengadakan ibadah Paskah didekat makam yang dipasang tenda. Biasanya gereja yang membuat tenda itu untuk ibadah. Tidak heran jika hari Minggu Paskah di jam regular gereja-gereja terutama GKE (Gereja Kalimantan Evangelis) hanya didatangi sedikit jemaat, karena mereka rata-rata sudah ibadah subuh tadi.
Kaum Syi'ah beribadah di sisi kuburan
Syi'ah beribadah di kuburan
Kaum Sufi bertawassul dan beribadah di sisi kuburan
Persembahan kepada leluhur
Sebagian ummat Islam ternyata ada juga yang membaca al Qur'an [biasanya surah yaasin] di sisi kuburan
Nauzubillah ! Apakah agama Islam tidak ada bedanya dengan agama yang lain ?

acara Cing Bing yang biasanya jatuh pada 5 April namun ada juga yang melakukan 10 hari sebelum dan 10 hari sesudah hari H. Layaknya perayaan Imlek masih tetap dilaksanakan untuk berkumpul keluarga menghormati arwah leluhur sebagai tanda bakti kepada orang tua atau mengingat anggota keluarga yang telah meninggal.

Pada kesempatan Cing Bing, biasanya keluarga besar berkumpul bahkan yang berada di luar kota menyempatkan pulang kampung.

Suasana makam menjadi sangat ramai karena kedatangan peziarah yang jumlahnya berlipat-lipat. Kemudian mereka membersihkan makam dan selanjutnya melakukan upacara penghormatan kepada arwah leluhur.

Peziarah biasanya akan membawa beberapa macam kue dan buah untuk persembahan. Selain itu melakukan bakar uang kertas (uang untuk sembahyang).

Perayaan Ceng Beng (Qing Ming) Ummat Tiong Hoa di kuburan kerabat

Dalam Shahih Muslim (no. 780) dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْعَلُوا فِي بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلَاتِكُمْ وَلَا تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jadikanlah (sebagian dari) shalat kalian ada di rumah kalian, dan jangan kalian jadikan ia sebagai kuburan." [HR. Bukhari]



“Janganlah engkau jadikan rumahmu seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat Al Baqarah.”


Pengertiannya adalah :



Rumah yang tidak dibacakan ayat-ayat Al Qur'an adalah seperti Kuburan. Arti secara kebalikannya [Mafhum Mukhalafah] bahwa
Kuburan bukanlah tempat untuk membaca ayat-ayat Al Qur'an.



Dari sahabat Jundab bin Abdullah Rasulullah sebelum meninggal pernah berwasiat:





أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوا القُبُوْرَ مَسَاجِدَ فَإِنِّي أَنْهاَكُمْ عَنْ ذَلِكَ (رواه مسلم)


“Ingat-ingatlah, maka janganlah kalian semua menjadikan kuburan sebagai masjid (tempat ibadat). Karena sesungguhnya aku melarang kalian semua dari perbuatan itu” (HR. Muslim). Dari Abu Hurairah Rasulullah bersabda:





لاَ تَجْعَلُواْ بُيُوْتَكُمْ قُبُوْرًا. وَلاَ تَجْعَلُوْا قَبْرِى عِيْدًا (رواه أبوداود).


“Janganlah engkau jadikan rumah-rumahmu sebagai kuburan (sepi dari ibadah) dan jangan engkau jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan (HR. Abu Dawud).


Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiallahu anhuma dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا “

Bukan termasuk golongan kami orang yang menyerupai kaum selain kami.” (HR. At-Tirmizi no. 2695)


Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:


مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ


“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk darinya”. (HR. Abu Daud no. 4031 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah: 1/676)



Wallahu a'lam
Anwar Baru Belajar
read more “Inilah Potret Mereka Yang Beribadah Di Kuburan [Kuburiyyun]. Mau Tahu ??? Rugi Kalau Tidak dibaca !!!”

Jumat, 14 Januari 2011

Mari Terbitkan Surga di Beranda Rumah Kita, Dinda


Mari Terbitkan Surga di Beranda Rumah Kita, Dinda

“Kurasakan air mata ini kembali menyuburkan bunga cinta di taman hati. Kupersembahkan indah mekarnya untukmu, dinda. Semerbaknya begitu harum, bukan?”

*****

>>Saat itu. . .

Aku sudah mengenalmu karena memang engkau adalah tetangga dekatku. Olehku, benar-benar tak terbayang bahwa engkau kan menjadi kekasih hatiku yang terajut oleh untaian tali pernikahan. Jujur terakui, wajahmu tak terlalu cantik. Namun begitu, sulit pula bagi lidahku untuk kututurkan bahwa engkau jelek rupa. Biasa saja. Bagimu, make-up tak begitu penting. Itu kuketahui karena engkau memang tak pernah memoleskannya di wajahmu.

>>Aku dan Keputusanku …

Engkau adalah wanita sederhana. Iya, wanita sederhana, pintar, tak banyak bicara. Engkaulah wanita yang bersahaja. Terlihat dewasa, pula. Kesederhanaan dan kesahajaan yang engkau peragakan lah yang justru terasa mengusik hati ini. Benar, tak bisa kupungkiri. Tak bisa kututupi. Akhirnya, nyaliku terpercik hebat lalu menghujankan sebuah keputusan. Kupilih engkau menjadi permaisuriku.

>>Sejenak Tentangmu …

Engkau, dinda, bukanlah keturunan orang berpangkat, juga bukan keturunan ningrat. Aku tak peduli. Raga yang terbalut kain-kain penutup aurat dan jiwa yang terpaut akhirat yang kuingini. Terlebihi terpolesi ilmu syar’i. Tekadku sudah bulat. Kupinang engkau dalam waktu dekat.

Engkau, dinda, saat itu baru lulus SMA. Tak kusangka kalau engkau menerima lamaranku dengan tangan terbuka. Bahkan untuk menerimaku, engkau pangkas keinginanmu mencicipi bangku kuliah. Semua gurumu begitu menyayangkan keputusanmu karena engkau termasuk siswa yang cerdas. Aku tak tahu, mengapa engkau memilihku menjadi pangeran yang akan menduduki singgasana hatimu, dinda. Sujud syukurku pada Allah ‘azzawajallah. Alhamdulillah.

>>Percikan Bahagia di Hari Pernikahan…

Dan hari itu pun kita menikah. Terbitlah kebahagiaan yang menyelimuti sanubari. Sempurnalah mekar indah pucuk asmara. Telah tiba saatnya biduk harus berlayar di samudera kehidupan. Terhempas sudah karang-karang penantian yang bertengger di taman hati.

Adakah jalinan yang indah selain jalinan dan untaian tali pernikahan?
Adakah letupan-letupan cinta yang lebih menenteramkan hati sepasang muda-mudi selain dalam ikatan ini?
Adakah hubungan yang lebih menabung kebaikan selain hubungan sah secara syar’i?
Bak sejuknya tanah gersang yang kembali subur setelah dentuman hujan, bak cerahnya dedaunan muda yang indah menghijau bersemi, bak syahdunya kicauan burung menyambut mentari di pagi nan cerah, begitulah pula datangnya kuncup bahagia di hati.

>>Aku Begitu Kagum. . .

Semua terasa mudah dan indah, dinda. Engkaupun merasakan hal yang sama, bukan? Saat itu, usiaku 25 tahun dan engkau baru 19 tahun. Memang masih terlalu muda untuk kalangan umum namun engkau berani mengambil keputusan itu. Engkau berani mengakhiri masa lajangmu di usia dini. Dan tahukah engkau, dinda, itu membuatku semakin kagum padamu.

Dinda tersayang.

Semenjak menikah hingga saat ini, kekagumanku padamu terpupuk subur. Kudapati engkau belum pernah mengeluh tentang keadaan yang kita alami bersama. Padahal engkau sendiri tahu bahwa penghasilanku tak seberapa, kadangkala tak seimbang antara pemasukan dan pengeluaran. Begitu sering kita harus mengikis beberapa keinginan karena kita tak sanggup menggapainya. Benar-benar tak pernah terlihat kristal bening menetes dari pelupuk matamu karena hal itu, dinda.

>>Tetesan Air Mata di Kasur Cinta ..

Masih teringatkah olehmu, dinda, saat pertama kali kita arungi bahtera ini di sebuah kontrakan mungil? Sama sekali kita tak punya apa-apa, bahkan alas tidur pun tak ada. Tetapi engkau benar-benar membuktikan kecerdikanmu, dinda.

Seonggok pakaian kita yang masih tersimpan dalam tas usang, kau keluarkan. Engkaupun melipatnya lalu engkau tumpuk dua hingga tiga helai. Engkau kemudian mengaturnya berjejeran. Di atas barisan baju itu, engkau bentangkan jilbab lebarmu. Jadilah kasur cinta ala istriku terkasih.

Sambil menyungging senyum manismu, engkau mempersilahkan aku mengempukkan diri di kasur cinta kita. Kutatap wajah ayumu, dinda. Kufokuskan mataku memandang hitam bola matamu sambil membalasmu dengan senyumku. Beberapa detik kemudian, kurasakan getaran hebat berkecamuk di hati. Dan, dan, dan berlinanglah air mata haruku. Aku cinta. Aku cinta. Aku mencintaimu, dinda.

>>Saatnya Engkau Melahirkan ..

Bersamamu, wahai permaisuri hatiku, tak terasa begitu cepat bergulirnya waktu. Dengan penuh kasih, selalu indah nan syahdu terlalui hari-hari, dinda. Kekurangan materi yang terkadang menghantui seakan-akan bukanlah beban manakala kita senantiasa menebalkan keikhlasan di hati. Denganmu, dinda, begitu banyak pelajaran yang kupetik.

Masih ingatkah ketika usia pernikahan kita beranjak setahun, saat tujuh bulan usia kehamilanmu, dinda? Aku begitu panik ketika engkau mengalami pendarahan. Tapi engkau begitu tenang tak gugup. Dari keningmu yang berkerut dan nafasmu yang tertahan, aku tahu engkau sedang menahan sakit yang luar biasa. Segera saja kubawa engkau ke bidan. Dari pemeriksaannya, itu adalah tanda-tanda bahwa engkau akan melahirkan.
Jam 12 malam, saat manusia tengah asyik terlelap, anak pertama kita lahir dengan prematur. Ah, betapa aku bahagia, dinda. Berulang kali, kukecup keningmu dengan kecupan sayang penuh mesra.

>>Segelas Air Putih..

Aku melihat wajahmu melemas. Engkau begitu lelah. Secara perlahan, kau bisiki aku dengan berkata:
“abii…, aku lapeer.”
Tersentak aku mendengarnya, dinda. Ya, seharian tadi engkau tak makan karena kesakitan sejak kemarin. Sore tadi aku hanya membeli sebungkus roti untukmu namun sudah kulahap habis karena tadi engkau tak nafsu makan. Kini tak ada roti atau jajanan lain. Mau beli, jam segini semua toko dan warung sudah tutup.

Alhamdulillah, ada segelas air putih yang dibawakan bidan. Kusuguhkan sendiri untukmu agar kemesraan kita tetap terjalin dan barangkali letihmu akan terkikis. Perlahan, engkau pun meneguknya, dinda. Tak ada tuntutan dan keluhan sedikit pun yang terlontar dari lisanmu. Engkau sungguh mengagumkan, dinda. Aku memuji Allah atas anugerah ini.

Kesahajaanmu benar-benar menggelombangkan air mataku. Melihat semburat bahagia terbit di wajahmu, kembali kurasakan tetesan bening bak kristal itu mengalir syahdu dari pelupuk mataku. Seiring menyusuri lembah hidungku, kurasakan air mata ini kembali menyuburkan bunga cinta di taman hati. Kupersembahkan indah mekarnya untukmu, dinda. Semerbaknya begitu harum, bukan?
Yah, bayi yang menjadi permata hati kita yan selamat dan nampak sehat telah membuatmu lupakan lapar dan dahaga.

>>Engkaulah Penyejuk Hati..

Tahun berganti dan engkau tak pernah berubah. Hampir sepuluh tahun kita bersama dalam bahtera yang penuh dengan kesederhanaan tetapi kita tak pernah lontarkan keluh. Engkau tak pernah tuntut dunia dariku, dinda. Tak pernah minta ini. Tak pernah minta itu. Beli pakaian saja mungkin tiga atau empat tahun sekali. Perhiasan? Tak pernah engkau mengenalnya. Bagimu, bisa memenuhi kebutuhan saja tanpa berhutang sudah lebih dari cukup.

Sungguh, dinda. Aku amat bahagia mengenalmu sosokmu. Aku memuji Allah atas anugerah ini. Engkaulah permata sekaligus belahan jiwa yang menyejukkan hati. Mata akan teduh memandangmu. Engkaulah sebenarnya perhiasan itu, dinda. Semoga engkau selalu tegar menemani hari-hariku hingga kita jelang negeri penuh cinta nan abadi di akhirat nanti.

***
_____________

Catatan Editor:

Sejatinya, ini adalah kisah nyata yang tertera dalam buku “Bila Pernikahan Tak Seindah Impian”, penerbit Mumtaza, Solo, 2007, hal 118-122. Kepada penulis buku tersebut yaitu saudara Muhammad Albani (hafidzahullah), kami telah meminta ijin untuk menuturkan dan mengisahkan kembali sekaligus mendaur ulang bahasanya dengan tidak merubah alur kisah.

Kepada sepasang merpati dalam tulisan, semoga jalinan cinta yang terajut dalam kehalalan tersebut tetap terjaga hingga berjumpa dengan wajah Allah di surga, kelak.

Kepada para wanita, selalu kami titipkan nasehat agar merias diri dengan akhlak yang mulia dan membalutkan diri dengan ilmu syar’i. Ketahuilah wahai saudari-saudari kami bahwa salah satu dosa anda sebagai makhluk hawa, seperti yang disebutkan para ulama, adalah keengganan anda untuk menuntut ilmu dien ini. Jadikanlah wanita dalam kisah diatas sebagai  salah satu ibrah untuk menapaki jenjang pernikahan. Terakhir, jadilah kalian wanita  yang penuh kesahajaan dan selalu merasa cukup dalam dunia. Semoga Allah ‘azzawajalla mudahkan kalian memasuki surga-Nya.

Kepada sauadara-saudara kami, semoga kisah di atas menjadi salah satu percikan-percikan yang akan menerangi jenjang-jenjang kehidupan kita selanjutnya. Semoga Allah tabaraka wata’ala mengistiqamahkan kita di atas sunnah dan manhaj yang ditempuh para pendahulu sehingga kita mampu menjadi pribadi yang shahih berilmu nan mulia berakhlak. Kami rasakan fitnah-fitnah di akhir zaman begitu dahsyat menghantam karang keimanan.

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla illa ha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaika.

Salam persaudaraan penuh kehangatan ukhuwah,

Fachrian Almer Akiera
Mataram, Kota Ibadah,  menjelang isya’ di hari Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1431 H.


read more “Mari Terbitkan Surga di Beranda Rumah Kita, Dinda”